Tajwid Surat Al-Maidah Ayat 32 Lengkap Beserta Penjelasannya

Selamat datang di blog kajian muslim, blog pembelajaran umat islam, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang hukum tajwid pada surat al-maidah ayat 32 lengkap beserta penjelasannya, surat al-maidah adalah surat ke 5 dalam al-quran, pada penjelasan hukum tajwid kali ini kami sudah menafsirkan 53 hukum tajwid pada ayat 32 surat al -maidah ini, nah ke 53 hukum tajwid ini adalah hukum yang harus teman-teman fahami ketika membaca surat al-madiah ayat ke 32.

Sebelum masuk ke pembahasan lebih lanjut lagi ada beberapa hal yang harus teman-teman ketahui terlebih dahulu, mungkin saja akan ada perbedaan antara blog ini dan blog lain yang menafsirkan hukum tajwid, karena beberapa blog yang membahas hukum tajwid setelah kami cocokan dengan kitab yang membahas seluruh hukum tajwid menurut kami ada beberapa pembahasan yang kurang tepat, dan perlu diketahui juga kami menafsirkan hukum tajwid ini selalu di awasi oleh tuan guru kami, agar tidak terjadinya kesalahan penafsiran tentunya.

Menurut hukum, belajar hukum tajwid bagi para pembaca al-quran itu hukumnya adalah fardu ain, fardu ain artinya adalah hukum yang wajib dipelajari bagi seluruh umat islam, nah dalam artikel kali ini kami sudah menafsirkan hukum tajwid serta alasannya agar dapat dengan mudah teman-teman fahami, sehingga teman-teman akan lebih cepat untuk bisa membaca al-quran dengan fasih (jelas), berikut ini adalah hukum tajwid pada surat al-maidah ayat 32.

ARTINYA:
OLEH KARENA ITU KAMI TETAPKAN (SUATU HUKUM) BAGI BANI ISRAIL, BAHWA BARANG SIAPA MEMBUNUH SESEORANG, BUKAN KARENA ORANG ITU MEMBUNUH ORANG LAIN, ATAU BUKAN KARENA BERBUAT KERUSAKAN DI BUMI, MAKA SEAKAN-AKAN DIA TELAH MEMBUNUH SEMUA MANUSIA. BARANG SIAPA MEMELIHARA KEHIDUPAN SEORANG MANUSIA, MAKA SEAKAN-AKAN DIA TELAH MEMELIHARA KEHIDUPAN SEMUA MANUSIA. SESUNGGUHNYA RASUL KAMI TELAH DATANG KEPADA MEREKA DENGAN (MEMBAWA) KETERANGAN-KETERANGANYANG JELAS. TETAPI KEMUDIAN BANYAK DIANTARA MEREKA SETELAH ITU MELAMPAUI BATAS DI BUMI.

HUKUM TAJWID SURAT AL-MAIDAH AYAT 3
1. Idzhar kholqi
Kenapa disebut idzhar kholqi? Yaitu nun mati bertemu dengan hamzah, cara bacanya nun mati dibaca jelas.

2. Qalqalah sughra
Yaitu huruf jim (huruf qalqalah) barisnya mati / sukun, cara bacanya dipantulkan.

3. Mad thabi’i
Yaitu dzal bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal di atas itu menunjukan alif yang dibuang, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

4. Waqof muanaqoh
Waqaf muanaqoh ini biasanya dalam satu ayat terdapat dua tanda yang sama, Yaitu cara menerapkannya kalau mau berhenti (waqaf) maka silahkan waqaf dari salah satunya tanda waqaf ini, jangan berhenti pada kedua tanda waqaf tersebut.

5. Qalqalah sugra
Yaitu ba barisnya (huruf qalqalah), cara bacanya dipantulkan.

6. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

7. Mad thabi’i
Yaitu lam bertemu dengan alif yang dibuang, tanda baris vertikal di atas itu tandanya adanya alif yang dibuang.

8. Mad zaid munfasil
Yaitu mad thabi’i dalam satu kalimah bertemu dengan hamzah yang ada dikalimat yang lain, cara bacanya panjang 2 sampai 5 harakat.

9. Mad wajib mutasil
Yaitu mad thabi’i kumpul dengan hamzah dalam satu kalimat, cara bacanya panjang 5 harakat.

10. Mad thabi’i
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara bacanya panjang 2 harakat.

11. Idgham ma’al ghunah / idgham wajib ghunag / ghunah musadad
Yaitu nun bertasydid, cara bacanya ditahan serta memakai dengung ke hidung.

12. Mad shilah khoshiroh
Yaitu sebelum ha dhomir ada huruf yang hidup (yang ada barisnya), kalau sebelum ha dhomir hurufnya mati maka itu tidak bisa disebut mad shilah khoshiroh.

13. Ikhfa ab’adh
Yaitu nun mati bertemu dengan huruf qof (huruf ikhfa), cara bacanya suara nun mati berubah menjadi “NG”.

14. Iklab
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf ba, cara bacanya suara nun mati atau tanwin dirubah yang asalnya ‘N’ menjadi ‘M’.

15. Idzhar
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf hamzah, cara bacanya tanwin dibaca jelas.

16. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

17. Ikhfa ausat
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf fa, cara membacanya suara tanwin condong ke huruf “M”.

18. Alif elam qomariyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf hamzah (huruf qomariyah), cara bacanya lam mati dibaca jelas.

19. Dibaca Tafhim (tebal)
Yaitu ro mati sebelumnya ada baris fatah, cara bacanya tebal.

20. Idgham ma’al ghunah / idgham wajib ghunag / ghunah musadad
Yaitu nun bertasydid, cara bacanya ditahan serta memakai dengung ke hidung.

21. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

22. Alif elam syamsiyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf nun (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf elam dimasukan ke huruf nun.

23. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

24. Mad thabi’i
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara bacanya panjang 2 harakat.

25. Mad iwadh
Yaitu tanwin fatah diwaqafkan, cara bacanya tanwin dihilangkan, panjangnya 2 harakat.

26. Alwaqfu aula
Yaitu lebih baik waqaf dari pada washol (lebih baik berhenti daripada lanjut).

27. Idzhar kholqi
Yaitu nun mati bertemu dengan hamzah, cara bacanya nun mati dibaca jelas.

28. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

29. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

30. Idgham ma’al ghunah / idgham wajib ghunag / ghunah musadad
Yaitu nun bertasydid, cara bacanya ditahan serta memakai dengung ke hidung.

31. Mad zaid munfasil
Yaitu mad thabi’i dalam satu kalimah bertemu dengan hamzah yang ada dikalimat yang lain, cara bacanya panjang 2 sampai 5 harakat.

Baca juga: Doa Setelah Sholat Lengkap Dengan Arab Dan Latinnya

32. Alif elam syamsiyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf nun (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf elam dimasukan ke huruf nun.

33. Mad thabi’i
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara bacanya panjang 2 harakat.

34. Mad iwadh
Yaitu tanwin fatah diwaqafkan, cara bacanya tanwin dihilangkan, panjangnya 2 harakat.

35. Alwaqfu aula
Yaitu lebih baik waqaf dari pada washol (lebih baik berhenti daripada lanjut).

36. Qalqalah sughra
Yaitu dal (huruf qalqalah) barisnya mati, cara bacanya dipantulkan.

37. Mad wajib mutasil
Yaitu mad thabi’i kumpul dengan hamzah dalam satu kalimat, cara bacanya panjang 5 harakat.

38. Ta mabsuthoh
Yaitu ta mati cara, bacanya ta mati suaranya berubah menjadi huruf “C”.

39. Idzhar
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf ro, cara bacanya mim mati dibaca jelas.

40. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

41. Alif elam qomariyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf ba (huruf qomariyyah), cara bacanya lam mati dibaca jelas.

42. Mad thabi’i
Yaitu nun bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal di atas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, panjangnya dibaca 2 harakat.

43. Idgam ma’al ghunah / idgham wajib ghunah / ghunah musadad
Yaitu mim bertasydid, cara bacanya di tahan serta dengung ke hidung.

44. Idgham ma’al ghunah / idgham wajib ghunag / ghunah musadad
Yaitu nun bertasydid, cara bacanya ditahan serta memakai dengung ke hidung.

45. Mad thabi’i
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara bacanya panjang 2 harakat.

46. Idgham bighunah
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf mim, cara bacanya tanwin dimasukan ke huruf mim, ditahan serta dengung ke hidung.

47. Idzhar kholqi
Yaitu nun mati bertemu dengan huruf ha, cara bacanya suara nun mati dibaca jelas.

48. Ikhfa safawy
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf ba, cara bacanya ditahan dengan dengung.

49. Mad thabi’i
Yaitu dzal bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal di atas itu menunjukan alif yang dibuang, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

50. Alif elam qomariyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf hamzah (huruf qomariyah), cara bacanya lam mati dibaca jelas.

51. Dibaca Tafhim (tebal)
Yaitu ro mati sebelumnya ada baris fatah, cara bacanya tebal.

52. Tarqiq
Yaitu ro barisnya kasroh, huruf ro dibacanya tipis.

53. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjang 2 sampai 6 harkat.

Nah itulah hukum tajwid dari surat al-maidah ayat 32 dalam al-quran lengkap beserta penjelasannya, semoga artikel tentang pembahasan hukum tajwid ini dapat dengan mudah teman-teman pelajari, dan ada sedikit tambahan penjelasan tentang hukum alif elam dibawah ini:

PENJELASAN:
1. Alif elam syamsiah
Mengapa disebut alif elam syamsiah? Karena alif elam syamsiah itu artinya matahari, sebab alif elam dibacanya tidak jelas malah menghilang, yang terdengar hanya huruf syamsiahnya saja yang ada didepannya, itu tidak ada bedanya seperti kita melihat matahari, bentuk matahari tidak jelas kelihatannya, yang kelihatan hanya cahayanya saja karena silau, berikut ini adalah huruf dari alif elam syamsiah:

2. Alif elam qomariah
Kenapa disebut alif elam qomariyyah? Karena komariyah artinya bulan, dibacanya alif elam itu jelas suara “L” seperti kita melihat bulan, bentuknya bulan terlihat jelas.

Nah teman-teman mungkin pembahasannya hanya sampai disini dulu ya, nantikan pembahsan artikel selanjutnya tentang hukum tajwid lainnya hanya di blog kajian muslim ini, jangan lupa share juga ya artikel ini kepada semua orang, agar mereka tahu tentang hukum tajwid yang mudah dipelajari ini, oh ia jika teman-teman ingin mempelajari hukum tajwid secara keseluruhan silahkan kunjungi laman berikut: Hukum tajwid, dilaman tersebut teman-teman akan mempelajari seluruh hukum tajwid, pelajari saja dengan perlahan ya.

Advertisements

Tajwid Surat Yunus Ayat 10 Dalam Al-Quran Lengkap

Assalamu alaikum dan selamat datang di blog kajian muslim, semoga teman-teman pengunjung selalu diberikan kesehatan dan rizki yang melimpah (Ammiiin), pada kesempatan kali ini kami akan membagikan hukum tajwid surat yunus ayat 10, kami sudah mentafsirkan hukum tajwidnya dan menuliskannya disini sebagai bahan pelajaran bagi teman-teman yang sedang belajar hukum tajwid dalam al quran, perlu teman-teman ketahui bahwa mempelajari hukum tajwid untuk membaca al-quran hukumnya adalah fardu ain, artinya wajib bagi seluruh umat muslim yang membaca al-Quran.

Kami menuliskan hukum tajwid disini agar teman-teman yang merasa malu untuk belajar langsung kepada ustad dapat belajar juga tentang hukum tajwid ini, akan tetapi kami perlu memberitahukan bahwa sesungguhnya akan lebih mudah untuk belajar hukum tajwid secara langsung (ada seorang guru yang membimbing), karena disana tidak hanya tahu bagian mana saja ayat yang ada hukum tajwidnya akan tetapi juga teman-teman akan belajar cara membacanya terutama makhraj (cara penyebutan ayat yang benar).

Nah artikel akan membantu teman-teman tentang gambaran hukum tajwid, insya allah materinya akan sangat mudah untuk dipelajari karena kami sudah menuliskan juga alasannya, semoga teman-teman dapat memahaminya.

ARTINYA:
DOA MEREKA DIDALAM IALAH “SUBHANAKALLAHUMMA” (MAHA SUCI ENGKAU, YA TUHAN KAMI), DAN SALAM PENGHORMATAN MEREKA IALAH, “SALAM” (SALAM SEJAHTERA). DAN PENUTUP DOA MEREKA IALAH, AL-HAMDULILLAAHI RABBIL ALAMIN” (SEGALAPUJI BAGI ALLAH TUHAN SELURUH ALAM).

HUKUM TAJWID SURAT YUNUS AYAT 10
1. Mad thabi’i
Kenapa disebut mad thabi’i? Yaitu wau bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

2. Idzhar syafawi
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf fa (huruf idzhar syafawi yaitu huruf wau atau fa), cara bacanya mim mati dibaca dengan jelas (ketika mengucapkan huruf mim mati bibir harus rapat).

3. Mad thabi’i
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

4. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

5. Qalqalah sugra
Yaitu huruf ba (huruf qalqalah) barisnya mati, cara bacanya dipantulkan.

6. Mad thabi’i
Yaitu ha bertemu dengan huruf alif yang dibuang, baris vertika di atas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harkat.

7. Tafhim
Yaitu sebelum lam nya lafadz allah (lam jalalah), ada huruf yang berbaris fatah, dibacanya tebal dan panjangnya 2 harakat.

8. Idgham ma’al ghunah
Yaitu mim bertasdid dibacanya ditahan serta dengung ke hidung.

9. Idzhar syafawi
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf fa (huruf idzhar syafawi yaitu huruf wau atau fa), cara bacanya mim mati dibaca dengan jelas (ketika mengucapkan huruf mim mati bibir harus rapat).

10. Mad thabi’i
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

11. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

12. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, hcuruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjang 2 sampai 6 harkat.

13. Tanda waqaf
Tanda waqaf singkatan dari waqaf jaid, artinya boleh waqaf boleh washal.

14. Mad badal
Yaitu di awali dengan huruf hamzah berhadapan dengan hamzah sukun (mati), baris vertikal di atas itu pengganti dari hamzah semula (yang awal) panjangnya 2 harakat.

15. Mad thabi’i
Yaitu wau bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

16. Dibaca Idzhar
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf hamzah, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

17. Alif elam qomariyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf ha (huruf qomariyyah), cara membacanya suara lam mati dibaca jelas.

18. Dibaca idzhar
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf dal, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

19. Tarqiq
Lafad allah dibaca tarqiq, yaitu sebelum lamnya lafadz allah (lam jalalah) ada huruf yang berbaris kasrah, dibacanya tebal panjangnya 2 harakat.

20. Alif elam qomariyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf ain (huruf qomariyyah), cara membacanya suara lam mati dibaca jelas.

21. Mad thabi’i
Yaitu ain bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

22. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjang 2 sampai 6 harkat.

Nah itulah pembahasan kita pada kesempatan kali ini tentang hukum tajwid pada surat yunus ayat 10, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi teman-teman yang mencari dan yang sedang belajar hukum tajwid, dan kami memohon maaf jika dalam artikel ada kesalahan kata-kata dan yang lainnya, lebihnya ada sedikit tambahan tentang pembahasan hukum tajwid ini berikut dibawah.

PENJELASAN:
2. Alif elam Qomariyyah
Kenapa disebut alif elam qomariyyah? Karena qomariyyah artinya bulan, dibacanya alif elam itu jelas suara ‘L’ seperti kita melihat bulan, bentuknya bulan terlihat jelas, Berikut adalah Huruf-huruf dari alif elam Qomariyyah:

Nah teman-teman untuk pembahasan hukum tajwid kali ini saya cukupkan sampai disni, jika ada diantara teman-teman yang ingin belajar hukum tajwid secara keseluruhan silahkan untuk mengunjungi laman berikut: Hukum tajwid lengkap, silahkan subcribe blog ini untuk mendapatkan update terbaru dari kami seputar agama islam ya, akhirkata saya ucapkan wasalam.

Tajwid Surat At Taubah Ayat 122 Dalam Al-Quran Beserta Alasan

Assalamu alaikum teman-teman, dengan izin allah semoga kita selalu disehatkan dan diberi rizki yang cukup, pada kesempatan kali ini kami akan membagikan hukum tajwid dari surat at taubah ayat 122, kami sudam menafsirkan hukum tajwid pada surat at taubah ayat 122 ini dan menuliskannya disini sebagai bahan untuk pembelajaran bagi teman-teman yang sedang membaca al-Quran karena mengingat mempelajari hukum tajwid ini sangat penting bagi para penghafal Al-Quran agar pada saat membaca ayat mahraj yang ada didalamnya dapat terbaca dengan sempurna, sehingga tidak terjadinya kesalahan mahraj.

Kami sudah menyebutkan dalam artikel sebelumnya bahwa mempelajari ilmu tajwid itu hukumnya adalah fardu ain dan akan selalu kami ulang agar teman-teman yang baru belajar tahu akan hukum belajar ilmu tajwid ini.

Nah untuk tafsir dari hukum tajwid surat at taubah ayat 122 ini suddah dilengkapi dengan penjelasannya agar teman-teman semakin mudah untuk mempelajarinya, jika dipelajari dengan baik insya allah teman-teman akan menguasai hukum tajwid ini dengan sangat cepat, berikut dibawah pembahasannya.

ARTINYA:
DAN TIDAK SEPATUTNYA ORANG-ORANG MUKMIN ITU SEMUANYA PERGI (KEMEDAN PERANG). MENGAPA SEBAGIAN DARI SETIAP GOLONGAN DI ANTARA MEREKA TIDAK PERGI UNTUK MEMPERDALAM PENGETAHUAN AGAMA MEREKA DAN UNTUK MEMBERI PERINGATAN KEPADA KAUMNYA APABILA MEREKA TELAH KEMBALI, AGAR MEREKA DAPAT MENJAGA DIRI.

HUKUM TAJWID SURAT AT TAUBAH AYAT 122
1. Mad thabi’i
Kenapa disebut mad thabi’i? Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

2. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

3. Alif elam qomariyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf hamzah, cara membacanya lam mati dibaca jelas.

4. Mad thabi’i
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

5. Ikhfa ausat
Yaitu nun mati bertemu dengan huruf fa, cara membacanya ditahan dengan dengung condong ke huruf “M”.

6. Mad thabi’i
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

7. Mad lajim musaqol kalimi
Yaitu mad thabi’i bertemu dengan huruf yang bertadid, cara membacanya berat karena ada huruf yang tasdid, panjangnya 6 harakat.

8. Ta marbuthah
Yaitu kalau di akhir kalimat ada ta marbuthah kemudian di waqafkan maka ta berubah menjadi ha.

9. Tanda waqaf
Yaitu singkatan dari Al waqfu aula artinya lebih baik waqaf dari pada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).

10. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

11. Ikhfa ab’adh
Yaitu nun mati bertemu dengan huruf kaf, cara membacanya nun mati berubah menjadi suara “NG”.

12. Tarqiq
Yaitu ro mati dibaca tarqiq karena sebelumnya ada baris kasrah.

13. Idgham bigunah
Yaitu tanwin bertemu dengan mim, cara mwmbacanya tanwin dimasukan ke huruf mim serta ditahan dengan dengung ke hidung.

14. Idzhar khalqi
Yaitu nun mati bertemu dengan huruf ha (huruf idzhar), cara membacanya nun mati dibaca jelas.

15. Dibaca idzhar
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf tha, cara membacanya mim mati dibaca jelas.

16. Mad wajib mutashil
Yaitu mad thabi’i kumpul dengan hamzah dalam 1 kalimat, cara membacanya dibaca panjang 5 harakat.

17. Idgham bilaghunah atau disebut idgham bighoiri ghunah.
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf elam, cara membacanya tanwin dimasukan ke huruf elam serta tidak memakai dengung.

18. Mad thabi’i
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

19. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf dal (huruf syamsiyyah), cara membacanya alif elam dimasukan ke huruf dal.

20. Mad thabi’i
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

21. Ikhfa ausat
Yaitu nun mati bertemu dengan huruf dzal, cara membacanya suara nun mati dibaca dengan dengung serta ditahan condong ke huruf “M”.

22. Mad thabi’i
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

23. Dibaca idzhar
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf hamzah, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

24. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

25. Mad zaid munfasil
Yaitu mad thabi’i berada dalam satu kalimah menghadapi hamzah yang ada di kalimat lain, panjangnya 2 harkat sampai 5 harakat.

26. Dibaca idzhar
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf elam, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

27. Dibaca idzhar
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf ya, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

28. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjang 2 sampai 6 harkat.

Nah itulah ke 28 hukum tajwid yang ada pada surat at taubah ayat 122, mudah mudahan teman teman dapat mengerti dan memahami dengan apa yang kami jelaskan disini, hukum tajwid yang kami terangkan disini dalam pengerjaan penafsirannya kami sangat dipenuhi dengan kehati-hatian agar tidak adanya kesalahan penafsiran hukum tajwid, dan selalu didampingi dengan guru juga (diawasi), jika diantara teman-teman semua ada yang ingin belajar tentang ilmu tajwid secara keseluruhan silahkan kunjungi laman berikut: Hukum tajwid, disana dibahas lengkap tentang hukum tajwid, dan teman-teman semua dapat belajar secara menyeluruh, semoga bermanfaat ya.

Hukum Tajwid Surat An Nur Ayat 2 Dalam Al-Quran Lengkap

Hai teman-teman pengunjung setia blog kajian muslim, selamat datang dan semoga teman-teman semua diberikan kesehatan oleh allah swt, pada kesempatan kali ini kami akan membagikan artikel tentang hukum tajwid yang ada pada surat an nur ayat 2, kami telah melakukan penafsiran hukum tajwid pada surat an nur ini dan didalam surat an nur ini setidaknya terdapat 36 hukum tajwid yang mesti difahami oleh para pembaca al-quran surat an nur ayat 2.

Belajar ilmu tajwid ini sangat penting sekali, karena tentu saja untuk memfasihkan bacaan ayat al-quran kita, adapun bagi seorang pembaca al-quran hukum daripada belajar ilmu tajwid ini adalah fardhu ain bagi setiap manusia yang beragama muslim, artinya hukum ini adalah wajib bagi seluruh pembaca al-quran.

Nah untuk penjelasan hukum tajwid ini kami sudah memberikan penjelasannya dibawah, dan perlu diketahui, dalam menjelasakan / menafsirkan hukum tajwid ini kami melakukannya dengan penuh kehati-hatian agar tidak adanya kesalahan dalam penafsirannya, dan disetiap melakukan penafsiran hukum tajwid kami selalu didampingi oleh guru (diawasi) agar tidak salah kaprah, nah berikut adalah penjelasan hukum tajwid pada surat an nur ayat 2 dibawah ini.

ARTINYA:
PEZINA PEREMPUAN DAN PEZINA LAKI-LAKI, DERAHLAH MASING-MASING DARI KEDUANYA SERATUS KALI, DAN JANGANLAH RASA BELAS KASIHAN KEPADA KEDUANYA MENCEGAH KAMU UNTUK (MENJALANKAN) AGAMA (HUKUM) ALLAH, JIKA KAMU BERIMAN KEPADA ALLAH DAN HARI KEMUDIAN; DAN HENDAKLAH (PELAKSANAAN) HUKUMAN MEREKA DISAKSIKAN OLEH SEBAGIAN ORANG-ORANG YANG BERIMAN.

HUKUM TAJWID SURAT AN NUR AYAT 2

1. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf zai (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf lam di masukan ke huruf zai (syamsiyyah).

2. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

3. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf zai (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf lam di masukan ke huruf zai (syamsiyyah).

4. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

5. Mad thabi’i
Yaitu ya mati (sukun) sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara bacanya panjang 2 harakat.

6. Qalqalah sugra
Yaitu huruf jim (qalqalah) barisnya mati, cara bacanya di pantulkan.

7. Mad thabi’i
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, dibaca panjangnya 2 harakat.

8. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

9. Idgham bigunah
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf mim, cara bacanya tanwin dimasukan ke huruf mim serta ditahan dengan dengung kehidung.

10. Idzhar halqi
Yaitu nun mati bertemu dengan ha, cara bacanya nun mati dibaca jelas.

11. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

12. Tanda Waqaf
Alwaslu aula, artinya lebih baik washol dari pada waqaf (lebih baik lanjut daripada berhenti.

13. Idgham bigunah
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf wau, cara bacanya tanwin dimasukan ke huruf wau (huruf idgham) serta ditahan dengan memakai dengung ke hidung.

14. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

15. Ikhfa safawy
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf ba cara bacanya ditahan dengan dengung kehidung.

16. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

17. Ikhfa ausat
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf fa, cara bacanya dengan dengung condong ke huruf “M”.

18. Mad thabi’i
Yaitu ya mati (sukun) sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara bacanya panjang 2 harakat.

19. Mad thabi’i
Yaitu ya mati (sukun) sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara bacanya panjang 2 harakat.

20. Tarqiq
Yaitu sebelum lam Lafadz allah (lam jalalah) ada huruf yang berbaris kasrah, dibaca tipis panjang 2 harakat.

21. Ikhfa ab’adh
Yaitu nun mati bertemu dengan huruf kaf, cara bacanya suara berubah menjadi “NG”.

22. Ikhfa aqrab
Yaitu nun mari bertemu dengan huruf ta, cara bacanya antara idzhar dan idgham.

23. Dibaca Idzhar
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf ta, cara bacanya huruf mim mati dibaca jelas.

24. Mad thabi’i
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, dibaca panjangnya 2 harakat.

25. Tarqiq
Yaitu sebelum lam Lafadz allah (lam jalalah) ada huruf yang berbaris kasrah, dibaca tipis panjang 2 harakat.

26. Alif elam qomariyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf ya (huruf qomariyyah), cara bacanya lam mati dibaca jelas.

27. Alif elam qomariyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf hamzah (huruf qomariyyah), cara bacanya lam mati dibaca jelas.

28. Mad badal
Yaitu di awali dengan huruf hamzah berhadapan dengan hamzah sukun (mati), baris vertikal di atas itu pengganti dari hamzah semula (yang awal) panjangnya 2 harakat.

29. Waqof jaiz
Artinya yaitu boleh waqaf boleh washol (boleh berhenti boleh lanjut).

30. Qalqalah sugra
Yaitu huruf dal (qalqalah) barisnya mati, cara bacanya di pantulkan.

31. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

32. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, dibaca panjangnyanya 2 harakat.

33. Mad wajib mutasil
Yaitu mad thabi’i berkumpul dengan huruf hamzah dalam satu kalimat, panjangnya 5 harakat.

34. Idgham bigunah
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf mim, cara bacanya tanwin dimasukan ke huruf mim serta ditahan dengan dengung kehidung.

35. Alif elam qomariyyah
Alif elam qomariyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf ya (huruf qomariyyah), cara bacanya lam mati dibaca jelas.

36. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjang 2 sampai 6 harkat.

Berikut ini adalah penjelasan tentang hukum alif elam, karena ayat ini terdapat hukum tajwid alif elam dan kalo kami terangkan disetiap hukum alif elam pasti akan banyak sekali, jadi kami membuat penjelasan secara singkat dibawah ini untuk mewakili seluruh hukum tajwid alif elam yang sudah dijelaskan di atas.

PENJELASAN:
1. Alif elam syamsiyyah
Mengapa disebut alif elam syamsiyyah? Karena alif elam syamsiyyah itu artinya matahari, karena alif elam dibacanya tidak jelas malah menghilang, yang terdengar hanya huruf syamsiahnya saja yang ada didepannya, itu tidak ada bedanya seperti kita melihat matahari, bentuk matahari terlihat tidak jelas, yang terlihat hanya cahayanya saja karena silau, Huruf-huruf dari alif elam syamsiyyah:

2. Alif elam Qomariyyah
Kenapa disebut alif elam komariyyah? Karena qomariyyah artinya bulan, dibacanya alif elam itu jelas suara ‘L’ seperti kita melihat bulan, bentuknya bulan terlihat jelas, Berikut adalah Huruf-huruf dari alif elam Qomariyyah:

Nah teman-teman itulah yang dapat kami sampaikan dalam penjelasan kali ini, semoga penjelasan hukum tajwid ini memberikan ilmu pengetahuan tentang hukum tajwid dalam al-quran kepada kalian, oh iya jika di antara teman-teman ada yang mau belajar ilmu tajwid secara menyeluruh silahkan kunjungi laman berikut: Hukum tajwid dalam al-Quran, disana terdapat hukum tajwi dan teman-teman bisa mempelajarinya secara keseluruhan, namun pembahasannya sangat banyak sekali jadi pelajari pelan-pelan saja ya.

Hukum Tajwid Dalam Al-Quran Surat Al-Isra Ayat 32 Lengkap

Selamat datang kepada teman-teman pengunjung blog kajian muslim, semoga teman-teman yang berkunjung kesini diberikan kesehatan jasmani dan rohani, dan semoga jika ada saudara kita yang sakit juga cepat disembuhkan dari segala penyakitnya, dalam pembahasan artikel kali ini kita akan membahas tentang hukum tajwid yang ada pada surat al isra, tepatnya pada ayat ke 32, hukum tajwid ini dalam membaca al quran yangan peting lo, karena menurut hukum menerapkan tajwid pada saat membaca al quran hukumnya adalah fardu ain, artinya adalah hukum yang wajib dilakukan oleh seluruh umat islam, dan bagai mana jika hukum tajwid ini tidak di terapkan pada saat membaca al-quran? hukumnya tentu akan mendapatkan dosa bagi orang tersebut.

Nah untuk mempersingkat waktu langsung saja kita masuk kepada pembahasan utama artikel ini. yaitu hukum tajwid pada surat al isra ayat 32, semoga dengan adanya pembahasan ini, bagi teman-teman yang sedang belajar dapat mudah mengerti dengan apa yang diterangkan disini, ada banyak yang membuat artikel tentang hukum tajwid ini dan bukan hanya blog ini saja tentunya, hanya saja menurut apa yang sudah kami pelajari dari kitab-kitab hukum tajwid pembahasan hukum tajwid dari beberapa blog selain blog ini menurut kami kurang tepat.

Namun penerangan disini insya allah sudah selaras dengan kitab-kitab hukum tajwid yang ada, namun tidak menutup kemungkinan juga adanya kesalahan, tetapi dalam mengerjakan penerangan hukum tajwid ini kami tidaklah sendirian, ada yang mengawasi juga terutama guru kami, nah berikut ini pembahasan tentang hukum tajwid surat al isra ayat 32.

LATINNYA: WALAA TAQQROBUZZINAA INNAHUU KAA NAFAA HISYAH. WASAA ASABIILAA.

ARTINYA: Dan janganlah kamu mendekati zina, zina itu sungguh perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.

HUKUM TAJWID SURAT AL ISRA AYAT 32

1.Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada baris fatah, dibaca panjang 2 harakat.

2. Qalqalah sughra
Yaitu huruf qof (huruf qalqalah) berbaris mati (sukun), cara bacanya dipantulkan.

3. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf zai (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf lam di masukan ke huruf zai (syamsiyyah).

4. Mad zaid munfasil
Yaitu mad thabi’i dalam satu kalimat bertemu dengan hamzah yang ada di kalimat yang lain, cara bacanya panjang 2 sampai 5 harakat.

5. Idgham ma’al ghunah
Yaitu nun bertasdid, cara bacanya ditahan serta dengung.

6. Mad shilah qoshiroh
Yaitu sebelum ha dhomir ada huruf yang hidup (yang ada barisnya), dibaca panjangnya 2 harakat.

Kalau sebelum ha dhomir hurufnya mati maka itu bukan mad shilah qoshiroh, dibaca pendek.

7. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada baris fatah, dibaca panjang 2 harakat.

8. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada baris fatah, dibaca panjang 2 harakat.

9. Ta marbuthah
Yaitu kalau waqaf di akhir kalimat ada ta marbuthah maka ta tersebut berubah menjadi ha mati (sukun).

10. Tanda Waqaf
Alwaqfu aula artinya lebih baik waqaf dari pada washol (lebih baik berhenti dari pada lanjut).

11. Mad wajib mutasil
Yaitu mad thabi’i berkumpul dengan huruf hamzah dalam satu kalimat, panjangnya 5 harakat.

12. Mad thabi’i
Yaitu ya mati (sukun) sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah.

13. Mad iwadh
Yaitu tanwin fatah diwaqafkan, cara bacanya tanwin dihilangkan, panjangnya 2 harakat.

PENJELASAN:
1. Alif elam syamsiyyah
Mengapa disebut alif elam syamsiyyah? Karena alif elam syamsiyyah itu artinya matahari, karena alif elam dibacanya tidak jelas malah menghilang, yang terdengar hanya huruf syamsiahnya saja yang ada didepannya, itu tidak ada bedanya seperti kita melihat matahari, bentuk matahari terlihat tidak jelas, yang terlihat hanya cahayanya saja karena silau, Huruf-huruf dari alif elam syamsiyyah:

Nah teman-teman itulah pembahasan hukum tajwid dari surat al isra ayat 32, semoga teman-teman yang sedang belajar pelafalannya dapat mudah mengerti dan semoga cara membaca ayat al-quran teman-teman bertambah semakin baik dan lancar, dan jika teman-teman ingin mempelajari Hukum tajwid secara keseluruhan silahkan untuk kunjungi laman berikut: Hukum tajwid lengkap dilaman tersebut sudah kami bahas tentang hukum tajwid, nah teman-teman mungkin dalam artikel kali ini hanya itu yang dapat saya sampaikan, sampai jumpa di artikel selanjutnya ya.

Hukum Tajwid Surat Al-Hujurat Ayat 12 Dalam Al-Quran Pembahasan Lengkap

Selamat datang di blog kajian muslim, pada kesempatan kali ini kami akan membagikan artikel hukum tajwid yang ada pada surat al hujurat, tepatnya pada ayat ke 12, pentingnya memahami hukum tajwid dalam ayat al-quran ini tentu saja agar kita dapat membaca ayat-ayat al-quran dengan benar, hukum tajwid itu bermacam-macam, dan di setiap hukum terkadang ada yang terbagi menjadi beberapa bagian, nah kita sebagai umat muslim tentu harus memahami hukum-hukum tersebut, hukum dari mempelajari tajwid ini adalah fardu kifayah, fardu kifayah adalah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan (wajib) namun kewajiban ini gugur ketika di lingkungan sekitar kita sudah ada yang melakukannya, nah itulah hukum belajar ilmu tajwid.

Akan tetapi mengamalkan hukum tajwid pada saat membaca al-Quran hukumnya adalah fardu ain, fardu ain artinya adalah hukum yang wajib dilakukan oleh seluruh umat manusia yang beragama islam, lebih jelasnya jika kita tidak mengamalkan hukum tajwid ketika kita membaca al-quran maka sudah pasti kita atau orang tersebut akan mendapat dosa.

Berikut ini adalah hukum tajwid surat al hujurat ayat ke 12, disini sudah kami terangkan dengan contoh dan tuntunannya agar teman-teman dapat dengan mudah memahaminya, untuk lebih jelasnya mari kita simak bersama-sama dibawah ini.

ARTINYA:
WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN! JAUHILAH BANYAK DARI PRASANGKA, SESUNGGUHNYA SEBAGIAN PERASANGKA ITU DOSA, DAN JANGANLAH KAMU MENCARI-CARI KESALAHAN ORANG LAIN, DAN JANGANLAH ADA DI ANTARA KAMU MENGGUNJING SEBAGIAN YANG LAIN. APAKAH ADA DI ANTARA KAMU YANG SUKA MEMAKAN DAGING SAUDARANYA YANG SUDAH MATI? TENTU KAMU MERASA JIJIK. DAN BERTAQWALAH KEPADA ALLAH, SUNGGUH ALLAH MAHA PENERIMA TAUBAT, MAHA PENYAYANG.

HUKUM TAJWID SURAT AL HUJURAT AYAT 12
1. Mad zaid munfasil
Kenapa disebut mad zaid munfasil? Yaitu mad thabi’i dalam satu kalimat bertemu dengan hamzah yang ada dikalimat yang lain, dibaca panjang 2 sampai 5 harkat.

2. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf dzal (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf lam di masukan ke huruf dzal (huruf syamsiyyah).

3. Mad thabi’i
Yaitu ya mati sebelumnya ada baris kasrah / ada huruf yang berbaris kasrah, panjangnya 2 harakat.

4. Mad badal
Hamzah berbaris vertikal, Yaitu pengganti dari huruf yang semula bertemu dengan hamzah mati di hadapannya, baris vertikal itu pengganti dari huruf yang semula, panjangnya dibaca 2 harakat.

5. Qalqalah sugra
Yaitu jim barisnya mati (sukun).

6. Mad thabi’i
Yaitu wau mati sebelumnya ada baris dhamah, dibaca panjang 2 harakat.

7. Mad thabi’i
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, dibaca panjang 2 harakat.

8. Idgham bigunah
Yaitu tanwin bertemu dengan dengan mim, cara bacanya tanwin dimasukan ke huruf mim, dibaca serta di tahan dengan dengung.

9. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf dzo (huruf syamsiyyah), cara bacanya lam dimasukan ke huruf dzo.

10. Idgham ma’al ghunah
Yaitu nun bertasydid cara bacanya ditahan dengan dengung.

11. Waqaf
Tanda waqaf alwaslu aula, artinya lebih baik washal dari pada waqaf (lebih baik lanjut daripada berhenti).

12. Idgham ma’al ghunah
Yaitu nun bertasydid cara bacanya ditahan dengan dengung.

13. Alif elqm syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf dzo (huruf syamsiyyah), cara bacanya lam dimasukan ke huruf dzo.

14. Idgham ma’al ghunah
Yaitu nun bertasydid cara bacanya ditahan dengan dengung.

15. Idgham bigunah
Yaitu tanwin bertemu dengan wau, cara bacanya tanwin dimasukan ke huruf wau, ditahan dengan dengung ke hidung.

16. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada baris fatah, cara bacanya panjang 2 harakat.

17. Mad thabi’i
Yaitu wau mati sebelumnya ada baris dhamah, dibaca panjang 2 harakat.

18. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada baris fatah, cara bacanya panjang 2 harakat.

19. Idgham mutamasilain
Ba mati bertemu ba, Yaitu kumpul 2 huruf yang sama yang pertama barisnya mati yang ke 2 hidup (ada barisnya), cara bacanya huruf pertama dimasukan ke huruf yang ke 2 (ba).

20. Ikhfa safawy
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf ba cara bacanya ditahan dengan dengung.

21. Mad iwad
Yaitu tanwin fatah diwaqafkan, cara bacanya dihilangkan panjangnya 2 harakat.

22. Tanda waqaf
Alwaqfu alula, lebih baik waqaf daripada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).

23. Dibaca Idzhar
Yaitu mim mati bertemu dengan hamzah, cara bacanya jelas huruf mim nya.

24. Idgham bigunah
Yaitu nun mati bertemu dengan huruf ya, cara bacanya nun dimasukan ke huruf ya ditahan dengan dengung ke hidung.

25. Mad thabi’i
Yaitu ya mati sebelumnya ada baris kasrah, cara bacanya panjang 2 harkat.

26. Ikhfa ausat
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf fa, cara bacanya dengung condong ke huruf “M”.

27. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjang 2 sampai 6 harkat.

28. Tanda waqaf
Alwaqfu aula, artinya lebih baik waqaf daripada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).

29. Tafhim
Yaitu sebelum lamnya lafadz allah (lam jalalah) ada baris dhamah, cara bacanya tebal panjang 2 harakat.

30. Tanda waqaf
Alwaqfu aula, artinya lebih baik waqaf daripada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).

31. Idgham ma’al ghunah
Yaitu nun bertasdid cara bacanya kasrah dimasukan ke huruf nun ditahan dengan dengung.

32. Tafhim
Yaitu sebelum lamnya lafadz allah (lam jalalah) ada baris fatah, cara bacanya tebal panjang 2 harakat.

33. Mad thabi’i
Yaitu alif mati sebelumnya ada baris fatah dibaca panjang 2 harakat.

34. Idgham bilaghunah
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf ra, cara bacanya tanwin dimasukan ke huruf ra serta tidak memakai dengung.

35. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjang 2 sampai 6 harkat.

PENJELASAN:
1. Alif elam syamsiyyah
Mengapa disebut alif elam syamsiyyah? Karena alif elam syamsiyyah itu artinya matahari, karena alif elam dibacanya tidak jelas malah menghilang, yang terdengar hanya huruf syamsiahnya saja yang ada didepannya, itu tidak ada bedanya seperti kita melihat matahari, bentuk matahari terlihat tidak jelas, yang terlihat hanya cahayanya saja karena silau, Huruf-huruf dari alif elam syamsiyyah:

2. Alif elam komariyyah
Kenapa disebut alif elam komariyyah? Karena komariyyah artinya bulan, dibacanya alif elam itu jelas suara ‘L’ seperti kita melihat bulan, bentuknya bulan terlihat jelas, Berikut adalah Huruf-huruf dari alif elam Qomariyyah:

Nah teman-teman itulah pembahasan hukum tajwid pada surat al hujurat ayat 12 dalam al quran, dengan adanya pembahasan ini mudah-mudahan teman-teman dapat dengan mudah memahaminya ya, dan dapat belajar ilmu tajwid langsung dari ayat al-quran, akan tetapi jika diantara teman-teman ada yang ingin belajar tajwid secara menyeluruh, teman-teman bisa belajar di halaman berikut ini: Hukum tajwid, disana sudah kami jelaskan pembahasan hukum tajwid secara satu persatu, mudah-mudahan dapat membantu teman-teman yang sedang belajar.

Hukum Tajwid Qalqalah Sugra Dan Kubra Lengkap Beserta Contohnya

Hai teman-teman bagai mana kabar kalian, semoga teman-teman yang berkunjung ke blog ini selalu diberikan kesehatan, pada kesempatan kali ini kami akan membahas hukum tajwid qalqalah sugra dan kubra, di pembahasan qalqalah disini sudah kami tuliskan beserta contoh dan cara membacanya agar teman-teman yang sedang belajar dapat mudah untuk mengerti nantinya pada saat membaca ayat al-quran secara langsung, saran kami dalam belajar qalqalah pelajarilah dengan pelan-pelan agar selalu teringat hukum-hukumnya, dan ketika saat penerapan akan mudah untuk mengenali qalqalah sugra dan kubra pada saat membaca ayat al-quran nanti, berikut ini adalah hukum tajwid qalqalah sugra dan kubra.

Qalqalah yaitu suara huruf yang memantul jika huruf itu mati, matinya karena barisnya mati atau mati karena diwaqafkan, jika huruf qal-qalah barinya mati atau dimatikan maka dibacanya suara qalqalah jangan hilang tapi harus terdengar sedikit seperti kita melempar bola, kalau bola itu jatuh bola tidak akan langsung berhenti tapi akan memantul lagi ke atas, suara yang seperti itu disebutnya qalqalah.

Huruf qalqalah ada lima yaitu: ق ط ب ج د

Dikumpulakan dalam ucapan Qutbujadin atau baju ditoko: قُطبُ جَدٍ

Qalqalah itu ada 2 bagian yaitu qalqalah sugra dan qalqalah qubra.

QALQALAH SHUGRA

QALQALAH SHUGRA (kecil), yaitu suara huruf qalqalah yang mati asli (mati karena barinya mati/Sukun), adanya huruf qalqalah sama saja, adanya ditengah kalimat atau di akhir kalimat.

QALQALAH QUBRA

QALQALAH KUBRA (Besar) Yaitu suara huruf qalqalah yang matinya bukan asli tapi matinya karena diwaqafkan, huruf qalqalah qubra adanya di akhir kalimat serta tidak akan ada qalqalah qubra kalau tidak diwaqafkan.

CARA MEMBACA QALQALAH

Umumnya qalqalah itu suara “e”, seperti contoh di atas.

Kalau menurut pendapat yang lainnya maka seperti ini
QALQALAH itu ada dua macam

1. Huruf qalqalah yang suaranya tetap condong ke huruf “a” yaitu huruf tho (ط) dan qof (ق).

2. Huruf qalqalah yang suaranya tidak tetap, menurut baris yang ada dibelakangnya atau didepannya yaitu huruf ba jim dal (ب ج د).

Perubahannya seperti dibawah ini:

A. HURUF QALQALAH adanya ditengah kalimat:

1. Condong ke huruf “a” yaitu:
a. Yaitu huruf yang ada dibelakang dan didepannya dibarisi oleh baris jabar (fathah).

b. Huruf yang sebelumnya barinya dhammah, dan yang sesudahnya atau didepannya berbaris kasrah atau sebaliknya (yaitu huruf sebelumnya kasrah sesudahnya dhammah).

2. Condong ke huruf “i” yaitu huruf yang ada dibelakangnya dan didepannya berbaris kasrah.

3. Condong kehuruf “u”, yaitu: huruf yang ada didepannya dan di belakangnya berbaris dhammah:

4. Condong ke huruf “O” yaitu huruf yang ada dibelakangnya berbaris fatah yang didepannya berbaris dhammah atau sebaliknya (didepannya dammad dibelakngnya fathah).

5. Condong ke huruf “e” yaitu huruf yang ada dibelakangnya berbaris fathah dan didepannya berbaris kasrah atau sebaliknya (dibelakngnya baris kasrah di depannya baris fathah).
B. HURUF QALQALAH adanya di akhir kalimat:

1. Condong ke huruf “a” yaitu kalau huruf yang ada dibelakngnya berbaris kasrah atau patah.

2. Condong ke huruf “i” yaitu huruf yang sebelumnya berbaris dhammah.

Nah itulah pembahasan dari qalqalah sugra dan kubra yang sudah kami paparkan disini, semoga pembahasan dan cara penyampaian kami disini mudah untuk teman-teman mengerti, dan jika masih ada yang tidak teman-teman fahami silahkan untuk bertanya kepada kami melalui kontak yang sudah disediakan, mungkin pembahasan qalqalah ini kami cukupkan sampai disini, nantikan update artikel kami selanjutnya ya, dan jika ingin tau tentang pembahasan artikel yang baru silahkan subcribe blog ini, oh ia janganlupa share juga artikel ini kepada teman-teman yang lain yang sedang belajar agar mereka juga terbantu dapam pembelajaran hukum tajwid qalqalah ini ya.