Hukum Tajwid Surat Al-Maidah Ayat 8 Beserta Penjelasannya

Selamat datang di blog kajian muslim, blog pembahasan seputar agama islam dan selamat datang juga kepada teman-teman pengunjung blog ini, semoga teman-teman semua selalu diberikan kesehatan oleh allah swt, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang hukum tajwid surat al-maidah ayat 8, pada ayat ini terdapat 38 hukum tajwid yang telah kami tafsirkan bersama-sama dengan ahli tajwid, sebelum masuk ke pembahasan saya sering kali menghimbau bahwa belajar hukum tajwid itu sangat penting sekali, hukum dari belajar tajwid ini adalah fardu ain artinya wajib bagi seluruh umat muslim yang membaca al-quran.

Kepada teman-teman yang sedang belajar mudah-mudahan penerangan hukum tajwid disini dapat membimbing teman-teman agar bisa memantapkan tentang pembelajaran hukum tajwid, dan tidak hanya hukum tajwid saja yang harus dipelajari, akan tetapi pelafalan makhrajnyapun harus dipelajari juga ya.

Nah berikut ini adalah hukum tajwid pada surat al-maidah ayat 8 yang sudah dilengkapi dengan penjelasannya dari satu-persatu hukum tajwid yang ada.

HUKUM TAJWID SURAT AL-MAIDAH AYAT 8

1. Mad zaid munfasil
Kenapa disebut mad zaid munfasil? Yaitu mad thabi’i dalam satu kalimat bertemu dengan hamzah yang ada dikalimat yang lain, dibaca panjangnya 2 sampai 5 harkat.

2. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf elam (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf elam di masukan ke huruf elam (huruf syamsiyyah).

3. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

4. Mad badal
Hamzah berbaris vertikal, Yaitu pengganti dari huruf yang semula bertemu dengan hamzah mati di hadapannya, baris vertikal itu pengganti dari huruf yang semula, panjangnya dibaca 2 harakat.

5. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

6. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

7. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

8. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

9. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

10. Tarqiq
Yaitu sebelum lam nya lafadz allah (lam jalalah) ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya lafadz allah dibaca tipis panjangnya 2 harakat.

11. Mad wajib mutasil
Yaitu mad thabi’i kumpul dengan hamzah dalam satu kalimat, cara membacanya dibaca panjangnya 5 harahat.

12. Alif elam qomariyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf qof (huruf Qomariyyah), cara membacanya elam mati dibaca jelas.

13. Al-washlu aula
Singkatan dari al washlu aula, lebih baik washol daripada waqaf (lebih baik lanjut daripada berhenti).

14. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

15. Qalqalah sugra
Yaitu huruf jim barisnya mati (sukun).

16. Idgham ma’al ghunah / idgham wajib ghunah / ghunah musadad
Yaitu nun bertasydid cara bacanya ditahan serta dengung.

17. Dibaca idzhar
Yaitu huruf mim mati bertemu dengan huruf syin, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

18. Mad badal
Hamzah berbaris vertikal, Yaitu pengganti dari huruf yang semula bertemu dengan hamzah mati di hadapannya, baris vertikal itu pengganti dari huruf yang semula, panjangnya dibaca 2 harakat.

19. Idzhar khalqi
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf ain, cara membacanya suara nun mati dibaca jelas.

20. Mad zaid munfasil
Kenapa disebut mad zaid munfasil? Yaitu mad thabi’i dalam satu kalimat bertemu dengan hamzah yang ada dikalimat yang lain, dibaca panjangnya 2 sampai 5 harkat.

21. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

22. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

23. Tanda waqaf
Yaitu singkatan dari Al waqfu aula artinya lebih baik waqaf dari pada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).

24. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

25. Tanda waqaf
Yaitu singkatan dari Al waqfu aula artinya lebih baik waqaf dari pada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).

26. Qalqalah sugra
Yaitu huruf qof barisnya mati (sukun).

27. Tafhim
Yaitu huruf ra barisnya fatah, cara membacanya huruf ro dibaca tebal.

28. Qalqalah sugra
Yaitu huruf qof barisnya mati (sukun).

29. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu wau bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

30. Tanda waqaf Al-washlu aula
Singkatan dari al washlu aula, lebih baik washol daripada waqaf (lebih baik lanjut daripada berhenti).

31. Tafhim
Lafadz allah dibaca tafhim yaitu sebelum lam nya lafadz allah (lam jalalah) ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya lafadz allah dibaca tebal panjangnya 2 harakat.

32. Tanda waqaf
Yaitu singkatan dari Al waqfu aula artinya lebih baik waqaf dari pada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).

33. Idgham ma’al ghunah / idgham wajib ghunah / ghunah musadad
Yaitu nun bertasydid cara bacanya ditahan serta dengung.

34. Tafhim
Lafadz allah dibaca tafhim yaitu sebelum lam nya lafadz allah (lam jalalah) ada huruf yang berbaris fatah, cara membacanya lafadz allah dibaca tebal panjangnya 2 harakat.

35. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

36. Iqlab
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf ba, cara bacanya suara nun mati atau tanwin dirubah yang asalnya “N” menjadi “M”.

37. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

38. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harkat.

Nah teman-teman itulah hukum tajwid yang ada pada surat al-maidah ayat 8 yang dapat kami sampaikan, semoga teman-teman yang sedang mempelajari hukum tajwid lewat ayat ini dapat dengan mudah dalam menghafalnya, berikut ini ada tambahan sedikit mengenai keterangan dari hukum alif lam agar teman-teman dapat memahami secara menyeluruh tentang hukum tajwid alif lam.

PENJELASAN:

1. Alif elam syamsiyyah
Mengapa disebut alif elam syamsiah? Karena alif elam syamsiyyah itu artinya matahari, sebab alif elam dibacanya tidak jelas malah menghilang, yang terdengar hanya huruf syamsiyyahnya saja yang ada didepannya, itu tidak ada bedanya seperti kita melihat matahari, bentuk matahari tidak jelas kelihatannya, yang kelihatan hanya cahayanya saja karena silau, berikut ini adalah huruf dari alif elam syamsiyyah:

2. Alif elam qomariyyah
Kenapa disebut alif elam komariyyah? Karena qomariyyah artinya bulan, dibacanya alif elam itu jelas suara “L” seperti kita melihat bulan, bentuknya bulan terlihat jelas.

Berikut ini adalah arti dari surat al-maidah ayat 8.

ARTINYA:

WAHAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN JADILAH KAMU SEBAGAI PENEGAK KEADILAN KARENA ALLAH, (KETIKA) MENJADI SAKSI DENGAN ADIL. DAN JAGALAH KEBENCIANMU TERHADAP SATU KAUM, MENDORONG KAMU UNTUK BERLAKU TIDAK ADIL. KARENA (ADIL) ITU LEBIH DEKAT KEPADA TAQWA. DAN BERTAQWALAH KEPADA ALLAH, SUNGGUH, ALLAH MAHA TELITI TERHADAP APA YANG KAMU KERJAKAN.
Nah teman-teman mungkin hanya itu yang dapat kami sampaikan dalam pembahasan hukum tajwid pada surat al maidah ayat 8 ini, semoga pembahasan disini dapat bermanfaat buat semuanya terlebih bagi yang sedang belajar, silahkan bagikan artikel ini kepada teman-teman yang lainnya yang juga sedang dalam pembelajaran hukum tajwid.

Hukum Tajwid Surat Al-Baqarah Ayat 147 Dan Artinya

Assalamu alaikum teman-teman pengunjung blog kajian muslim (blog yang membuat artikel seputar pembelajaran umat islam), semoga teman-teman selalu sehat wal afiat, dan selalu ada dalam rahmat allah subhanahuwata’ala, nah pada kesepatan kali ini kami akan membahas tentang hukum tajwid surat al-baqarah ayat 147, dalam penafsihan kami hukum tajwid yang ada pada surat al baqarah ayat 147 ini ada 9 hukum tajwid yang mesti teman-teman fahami, untuk yang baru belajar sangat cocok untuk belajar tajwid pada ayat-ayat pendek terlebih dahulu seperti surat al baqarah ayat 147 ini agar tidak terlalu membingungkan dan pusing.

Oh ia, untuk yang baru belajar disarankan untuk belajar makhraj nya juga (pelafalan huruf, cara menyebut huruf-huruf hijaiyah) agar ayat yang teman-teman baca nantinya mengenai makhrajnya, sehingga dapat terdengar sangat fasih, Nah berikut ini adalah hukum tajwid pada surat al-baqarah ayat 147.

ARTINYA:

KEBENARAN ITU DARI TUHANMU, MAKA JANGANLAH SEKALI-KALI ENGKAU (MUHAMMAD) TERMASUK ORANG-ORANG YANG RAGU.
HUKUM TAJWID SURAT AL-BAQARAH AYAT 147

1. Alif elam qomariyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf ha (huruf Qomariyyah), cara membacanya elam mati dibaca jelas.

2. Idgham bilaghunah / idgham bighoiri ghunah
Yaitu nun mati bertemu dengan huruf ro, cara membacanya suara nun mati dimasukan ke huruf ro serta tidak memakai dengung.

3. Tafhim
Yaitu huruf ra barisnya fatah, cara membacanya huruf ro dibaca tebal.

4. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

5. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat

6. Idgham ma’al ghunah / idgham wajib ghunah / ghunah musadad
Yaitu nun bertasydid cara bacanya ditahan serta dengung.

7. Alif elam qomariyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf mim (huruf Qomariyyah), cara membacanya elam mati dibaca jelas.

8. Dibaca idzhar
Yaitu huruf mim mati bertemu dengan huruf ta, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

9. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harkat.

Nah dibawah ini ada sedikit tambahan materi yang menjelaskan secara rinci hukum tajwid ali lam, agar teman-teman semakin faham tentang hukum alif lam ini.

PENJELASAN:

1. Alif elam syamsiyyah
Mengapa disebut alif elam syamsiah? Karena alif elam syamsiyyah itu artinya matahari, sebab alif elam dibacanya tidak jelas malah menghilang, yang terdengar hanya huruf syamsiyyahnya saja yang ada didepannya, itu tidak ada bedanya seperti kita melihat matahari, bentuk matahari tidak jelas kelihatannya, yang kelihatan hanya cahayanya saja karena silau, berikut ini adalah huruf dari alif elam syamsiyyah:

2. Alif elam qomariyyah
Kenapa disebut alif elam komariyyah? Karena qomariyyah artinya bulan, dibacanya alif elam itu jelas suara “L” seperti kita melihat bulan, bentuknya bulan terlihat jelas.

Nah teman-teman itulah hukum tajwid yang ada pada surat al-baqarah ayat 147, semoga artikel ini dapat membimbing teman-teman yang sedang belajar, dan semoga juga cara penyampaian kami kepada teman-teman lewat artikel ini dapat dengan mudah difahami, jangan lupa bagikan juga artikel ini kepada teman-teman yang lainnya ya agar mereka juga tahu dan belajar, mungkin artikel ini saya cukupkan sampai disini, akhir kata saya ucapkan wasalam.

Hukum Tajwid Surat Al-Maun Ayat 1-7 Beserta Alasannya Lengkap

Hai teman-teman dalam pembahasan kali ini kami akan membahas tentang hukum tajwid pada surat al-maun ayat 1 sampai 7, dalam surat ini terdapat tigapuluh empat hukum tajwid yang harus dipelajari dan difahami pada saat membacanya, karena hukum dari belajar hukum tajwid itu adalah fardu ain (wajib bagi semua umat islam yang membaca al-quran), dalam pembahasan hukum tajwid ini kami tidak hanya membahas ini hukum apa? itu hukum apa? tapi disini kami juga menjelaskan rincian dari hukum tajwid tersebut.

Oh ia dalam mempelajari hukum tajwid sebaiknya teman-teman juga belajar untuk kosah kata huruf arab (huruf hijaiyah), belajar makhraj untuk membenarkan pelafalan huruf pada saat membaca ayat al-quran.

Nah berikut ini adalah hukum tajwid yang ada pada surat al-maun ayat 1 sampai dengan ayat 7 dibawah ini yang sudah kami tafsirkan.

ARTINYA:

1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,
3. Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.
4. Maka celakalah orang yang shalat,
5. (yaitu) orang yang lalai terhadap shalatnya,
6. Yang berbuat ria,
7. Dan enggan (memberikan) bantuan.
HUKUM TAJWID SURAT AL-MAUN AYAT 1-7

1. Alif lam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf lam yang disembunyikan, tanda tasydid yang diatas itu menandakan huruf lam yang disembunyikan, cara bacanya huruf elam di masukan ke huruf lam (huruf syamsiyyah yang disembunyikan).

2. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

3. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf dal (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf elam di masukan ke huruf dal (huruf syamsiyyah).

4. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjang 2 sampai 6 harkat.

5. Mad thabi’i
Yaitu huruf dzal bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

6. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf lam yang disembunyikan, tanda tasydid yang diatas itu menandakan huruf lam yang disembunyikan, cara bacanya huruf elam di masukan ke huruf lam (huruf syamsiyyah yang disembunyikan).

7. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

8. Alif elam qomariyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf iya (huruf Qomariyyah), cara membacanya elam mati dibaca jelas.

9. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjang 2 sampai 6 harkat.

10. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

11. Mad thabi’i
Yaitu huruf elam bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

12. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

13. Alif elam qomariyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf mim (huruf Qomariyyah), cara membacanya elam mati dibaca jelas.

14. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjang 2 sampai 6 harkat.

15. Idgham bilaghunah
Yaitu tanwin bertemu dengan huruf elam, cara membacanya suara tanwin dimasukan ke huruf elam serta tidak memakai dengung.

16. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjang 2 sampai 6 harkat.

PENJELASAN:

Disini kalau diwaqafkan (berhenti) lafadz musholin jadi mad aridisukun kalau di washolkan (lanjut) dengan kalimat selanjutnya lafadz musholin ini menjadi mad thabi’i

17. Alif lam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf lam yang disembunyikan, tanda tasydid yang diatas itu menandakan huruf lam yang disembunyikan, cara bacanya huruf elam di masukan ke huruf lam (huruf syamsiyyah yang disembunyikan).

18. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

19. Dibaca idzhar
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf ain, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

20. Ikhfa ausat
Yaitu huruf nun mati bertemu dengan huruf shod, cara membacanya ditahan serta dengung condong ke huruf “M”.

21. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjang 2 harakat.

22. Dibaca idzhar
Yaitu huruf mim mati bertemu dengan huruf sin, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

23. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

24. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harkat.

PENJELASAN:

Disini jika diwaqafkan (berhenti) lafadz saahuun jadi mad aridisukun kalau di washolkan (lanjut) dengan kalimat selanjutnya lafadz saahuun ini menjadi mad thabi’i.

25. Alif lam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf lam yang disembunyikan, tanda tasydid yang diatas itu menandakan huruf lam yang disembunyikan, cara bacanya huruf elam di masukan ke huruf lam (huruf syamsiyyah yang disembunyikan).

26. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

27. Dibaca idzhar
Yaitu huruf mim mati bertemu dengan huruf iya, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

28. Mad wajib mutasil
Yaitu mad thabi’i kumpul dengan hamzah dalam satu kalimat, cara membacanya dibaca panjangnya 5 harahat.

29. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harkat.

PENJELASAN:

Disini jika diwaqafkan (berhenti) lafadz yurooun jadi mad aridisukun kalau di washolkan (lanjut) dengan kalimat selanjutnya lafadz yurooun ini menjadi mad thabi’i.

30. Idzhar safawy
Yaitu huruf mim mati bertemu dengan huruf nun, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

31. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

32. Alif elam qomariyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf mim (huruf Qomariyyah), cara membacanya elam mati dibaca jelas.

33. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

34. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harkat.

Nah itulah hukum tajwid yang telah kami tafsirkan dalam surat al-maun lengkap dengan penjelasannya, semoga teman-teman dapat mempelajarinya dan dapat menerapkannya ketika membaca surat al maun ini nantinya, dan ada sedikit tambahan penerangan dari hukum alif lam berikut dibawah ini.

PENJELASAN:

1. Alif elam syamsiyyah
Mengapa disebut alif elam syamsiah? Karena alif elam syamsiyyah itu artinya matahari, sebab alif elam dibacanya tidak jelas malah menghilang, yang terdengar hanya huruf syamsiyyahnya saja yang ada didepannya, itu tidak ada bedanya seperti kita melihat matahari, bentuk matahari tidak jelas kelihatannya, yang kelihatan hanya cahayanya saja karena silau, berikut ini adalah huruf dari alif elam syamsiyyah:

2. Alif elam qomariyyah
Kenapa disebut alif elam komariyyah? Karena qomariyyah artinya bulan, dibacanya alif elam itu jelas suara “L” seperti kita melihat bulan, bentuknya bulan terlihat jelas.

Nah mungkin dalam artikel kali ini hanya ini yang dapt kami sampaikan, semoga bermanfaat ya, dan silahkan bagikan artikel ini kepada teman-teman yang sedang belajar juga, agar mereka juga dapat mempelajarii hukum tajwid ini, jangan lupa untuk subscribe agar tahu updatean kami selanjutnya.

Hukum Tajwid Surat Al-Kafirun Ayat 1-6 Lengkap Beserta Penjelasannya

Hai teman-teman selamat datang di blog kajian muslim, blog pembahasan seputar agama islam, pada kesempatan kali ini kami akan menuliskan artikel tentang pembelajaran hukum tajwid surat al-kafirun ayat 1 sampai dengan ayat 6, hukum tajwid pada surat al-kafirun ini ada 31 hukum yang harus difahami pada saat membaca surat al kafirun, dalam artikel ini kami sudah membuat sedemikian rupa agar hukum-hukum tajwid yang ada dapat mudah dimengerti oleh teman-teman yang sedang belajar.

Tidak hanya itu kami juga sudah menuliskan penjelasan hukum tajwidnya secara terperinci, mengingat tentang belajar hukum tajwid ini sangat penting ada hal yang harus kami sampaikan kepada teman-teman pada saat belajar hukum tajwid, diantaranya: belajarlah dengan sungguh-sungguh, telaten, dan penuh dengan ketelitian, agar tidak ada hukum tajwid yang terlewat nantiya, nah berikut ini adalah hukum tajwid yang ada pada surat al-kafirun.

ARTINYA:

1. Katakanlah (Muhammad) “Wahai orang-orang kafir)
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kau sembah
3. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah
4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
5. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah
6. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku
HUKUM TAJWID SURAT AL-KAFIRUN

1. Mad zaid munfasil
Kenapa disebut mad zaid munfasil? Yaitu mad thabi’i dalam satu kalimat bertemu dengan hamzah yang ada dikalimat yang lain, dibaca panjangnya 2 sampai 5 harkat.

2. Alif elam qomariyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf kaf (huruf Qomariyyah), cara membacanya elam mati dibaca jelas.

3. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu huruf kaf bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

4. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harkat.

5. Mad zaid munfasil
Yaitu mad thabi’i berada dalam satu kalimah menghadapi hamzah yang ada di kalimat lain, panjangnya 2 harkat sampai 5 harakat.

6. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

7. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harkat.

8. Mad zaid munfasil
Yaitu mad thabi’i berada dalam satu kalimah menghadapi hamzah yang ada di kalimat lain, panjangnya 2 harkat sampai 5 harakat.

9. Ikhfa aqrob
Yaitu nun mati bertemu dengan huruf ta, cara membacanya suara nun mari dibaca antara idzhar dan idgham.

10. Dibaca idzhar
Yaitu huruf mim mati bertemu dengan huruf ain, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

11. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu huruf ain bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

12. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

13. Mad zaid munfasil
Kenapa disebut mad zaid munfasil? Yaitu mad thabi’i dalam satu kalimat bertemu dengan hamzah yang ada dikalimat yang lain, dibaca panjangnya 2 sampai 5 harkat.

14. Qalqalah kubro
Yaitu huruf qalqalah mati mendadak karena diwaqafkan (Saat di Berhentikan).

15. Mad zaid munfasil
Yaitu mad thabi’i dalam satu kalimat bertemu dengan hamzah yang ada dikalimat yang lain, dibaca panjangnya 2 sampai 5 harkat.

16. Lafadz ana Dibaca pendek
Yaitu dimana lafadz ana yang artinya saya, lafadz itu dibaca pendek, kecuali diwaqafkan (berhenti) maka lafadz ana dibaca panjangnya 2 harakat menjadi mad thabi’i.

17. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

18. Idgham bighunah
Yaitu tanwin bertemu dengan dengan mim (huruf idgham), cara bacanya suara tanwin dimasukan ke huruf mim, cara membacanya di tahan serta dengung kehidung.

19. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

20. Idgham mutajanisain
Idgham mutajanisain yaitu memasukan salah satu huruf dengan huruf yang ada didepannya, yang makhrajnya (tempat keluar huruf itu) hampir sama.

21. Mad zaid munfasil
Yaitu mad thabi’i berada dalam satu kalimah menghadapi hamzah yang ada di kalimat lain, panjangnya 2 harkat sampai 5 harakat.

22. Ikhfa aqrob
Yaitu nun mati bertemu dengan huruf ta, cara membacanya suara nun mari dibaca antara idzhar dan idgham.

23. Dibaca idzhar
Yaitu huruf mim mati bertemu dengan huruf ain, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

24. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu huruf ain bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

25. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

26. Mad zaid munfasil
Kenapa disebut mad zaid munfasil? Yaitu mad thabi’i dalam satu kalimat bertemu dengan hamzah yang ada dikalimat yang lain, dibaca panjangnya 2 sampai 5 harkat.

27. Qalqalah kubro
Yaitu huruf qalqalah mati mendadak karena diwaqafkan (saat di berhenti kan).

28. Dibaca idzhar
Yaitu huruf mim mati bertemu dengan huruf dal, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

29. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

30. Idzhar safawy
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf wau (huruf idzhar safawy yaitu huruf wau atau fa), cara membacanya mim mati dibaca jelas serta bibir harus rapat.

31. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harkat.

PENJELASAN:
1. Alif elam syamsiyyah
Mengapa disebut alif elam syamsiah? Karena alif elam syamsiyyah itu artinya matahari, sebab alif elam dibacanya tidak jelas malah menghilang, yang terdengar hanya huruf syamsiyyahnya saja yang ada didepannya, itu tidak ada bedanya seperti kita melihat matahari, bentuk matahari tidak jelas kelihatannya, yang kelihatan hanya cahayanya saja karena silau, berikut ini adalah huruf dari alif elam syamsiyyah:

2. Alif elam qomariyyah
Kenapa disebut alif elam komariyyah? Karena qomariyyah artinya bulan, dibacanya alif elam itu jelas suara “L” seperti kita melihat bulan, bentuknya bulan terlihat jelas.

Nah teman-teman dalam pembahasan artikel kali ini saya cukupkan sampai disini, mudah-mudahan apa yang kami tuliskan disini dapat dipelajari sebagaimana mestinya, dan mudah-mudahan teman-teman yang belajar dapat dengan mudah meyerap materi yang ada, silahkan bagikan artikel ini kepada teman-teman yang lainnya yang sedang belajar juga dan nantikan pembahasan selanjutnya dari kami.

Hukum Tajwid Surat Az-Zumar Ayat 10 Dan Penjelasannya Lengkap

Artikel ini berisikan pembahasan hukum tajwid dalam al-quran tepatnya pada surat az-zumar ayat 10, surat az-zumar ini adalah surat ke 39 yang berada pada juz ke 23 dalam al-quran, untuk hukum tajwid pada surat ini kami telah mentafsirkannya dan ada 31 hukum tajwid yang harus teman-teman fahami disini pada saat membaca ayat nya, bagi teman-teman yang baru bergabung untuk belajar silahkan untuk dipelajari secara perlahan dan teliti agar tidak salah saat mentafsirkan hukum tajwidnya, untuk pembahasannya berikut di bawah ini.

ARTINYA:
KATAKANLAH (MUHAMMAD), “WAHAI HAMBA-HAMBAKU YANG BERIMAN! BERTAQWALAH KEPADA TUHANMU.” BAGI ORANG-ORANG YANG BERBUAT BAIK DI DUNIA INI AKAN MEMPEROLEH KEBAIKAN. DAN BUMI ALLAH ITU LUAS. HANYA ORANG-ORANG YANG BERSABARLAH YANG DISEMPURNAKAN PAHALANYA TANPA BATAS.
HUKUM YAJWID SURAT AZ-ZUMAR AYAT 10

1. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu huruf ya bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

2. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

3. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf lam yang disembunyikan, tanda tasydid yang diatas itu menandakan huruf lam yang disembunyikan, cara bacanya huruf elam di masukan ke huruf lam (huruf syamsiyyah yang disembunyikan).

4. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

5. Mad badal
Hamzah berbaris vertikal, Yaitu pengganti dari huruf yang semula bertemu dengan hamzah mati di hadapannya, baris vertikal itu pengganti dari huruf yang semula, panjangnya dibaca 2 harakat.

6. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

7. Tanda waqaf
Yaitu singkatan dari Al waqfu aula artinya lebih baik waqaf dari pada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).

8. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

9. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

10. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

11. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu huruf Ha bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

12. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf dal (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf elam di masukan ke huruf dal (huruf syamsiyyah).

13. Dibaca Idzhar
Yaitu nun mati bertemu dengan huruf ya dalam satu kalimat, kalau nun mati betemu dengan ya yang berbeda kalimatnya maka itu disebut idgham.

14. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

15. Ta marbuthah
Yaitu kalau di akhir kalimat ada ta marbuthah kemudian di waqafkan maka ta berubah menjadi ha mati.

16. Tanda waqaf
Yaitu singkatan dari Al waqfu aula artinya lebih baik waqaf dari pada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).

17. Tafhim
Yaitu Ra mati sebelumnya ada baris fatah, cara membacanya huruf ra mati dibaca tebal.

18. Tafhim
Lafadz allah dibaca tafhim yaitu sebelum lam nya lafadz allah (lam jalalah) ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya lafadz allah dibaca tebal panjangnya 2 harakat.

19. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

20. Ta marbuthah
Yaitu kalau di akhir kalimat ada ta marbuthah kemudian di waqafkan maka ta berubah menjadi ha mati.

21. Tanda waqaf
Yaitu singkatan dari Al waqfu aula artinya lebih baik waqaf dari pada washal (lebih baik berhenti daripada lanjut).

22. Idgham ma’al ghunah / idgham wajib ghunah / ghunah musadad

Yaitu nun bertasydid cara bacanya ditahan serta dengung.

23. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

24. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf shad (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf elam di masukan ke huruf shad (huruf syamsiyyah).

25. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu huruf shad bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

26. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

27. Qalqalah sugra
Yaitu huruf jim barisnya mati (sukun).

28. Tafhim
Yaitu huruf ra barisnya fatah, cara membacanya huruf ro dibaca tebal.

29. Ikhfa safawy
Yaitu mim mati bertemu dengan huruf ba, cara membacanya suara mim mati ditahan serta dengung ke hidung.

30. Tarqiq
Yaitu huruf ra barisnya kasrah, cara membacanya huruf ra dibaca tipis.

31. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harkat.

Nah teman-teman itulah hukum tajwid yang ada pada surat az-zumar, silahkan untuk dipelajari secara perlahan, dan mudah-mudahan dapat difahami, jika ada salah kata dalam penulisan kami mohon maaf, mungkin hanya ini yang dapat kami sampaikan dalam penjelasan artikel kali ini, nantikan artikel selanjutnya ya.

Hukum Tajwid Bismillah Lengkap Dengan Arab, Latin Dan Penjelasannya

Assalamu alaikum, Salam sejahtera kepada teman-teman yang berkunjung ke blog ini, mudah-mudahan teman-teman semua dalam keadaan sehat wal afiat, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang hukum tajwid yang ada pada lafadz bismillah, kami sudah menafsirkan hukum tajwid pada lafadz ini, dan hukum tajwidnya kurang lebih ada 14 hukum tajwid yang ada di dalamnya.

Seperti halnya pada arikel sebelumnya yang membahas hukum tajwid, kami selalu mengingatkan bahwa hukum belajar ilmu tajwid itu sangat penting karena hukum nya fardu ain, artinya wajib bagi seluruh umat islam yang membaca al-quran, maka dari itu kami selalu menghimbau kepada teman-teman mari belajar hukum tajwid, pembelajaran yang serius akan mempercepat proses penghafalan letak dan ciri dari hukum-hukum tajwid yang ada.

Mungkin dari sebagian teman-teman sudah ada yang hafal ciri-ciri dari hukum tajwid ini, akan tetap penerapannya mungkin yang aga sulit, karena pada saat membaca kita harus berkonsentrasi agar bacaan dan hukum tajwidnya bisa dipadukan dengan benar, artinya disini kita harus mempunyai respon yang cepat dari pemikiran kita, jika belum bisa memadukan bacaan dan hukum tajwid yang ada sudah pasti ketika membaca al-quran akan terbata-bata, jika ada di antara teman-teman yang sudah mencapai titik ini, itu sudah sangat bagus, teman-teman hanya tinggal meningkatkan respon dari pikiran ketika membaca ayat dan tahu jika didalamnya ada hukum tajwid dan tahu bagai mana harus membacanya.

Nah berikut ini adalah hukum tajwid yang ada pada bacaan bismillah, semoga dapat dipelajari dengan baik oleh teman-teman.

ARTINYA:
AKU MOHON PERLINDUNGAN DAN PENJAGAAN KEPADA ALLAH TA’ALA DARI SYEITAN YANG TERKUTUK AGAR IA TIDAK MENGGANGGUKU DALAM BACAANKU. DAN JUGA TIDAK MENYESATKAN AKU, SEHINGGA AKU BINASA DAN HIDUP SENGSARA. DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG.
HUKUM TAJWID BISMILLAH

1. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

2. Tarqiq
Yaitu sebelum lam nya lafadz allah (lam jalalah) ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya lafadz allah dibaca tipis panjangnya 2 harakat.

3. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf syin (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf elam di masukan ke huruf syin (huruf syamsiyyah).

4. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

5. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf ro (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf elam di masukan ke huruf ro (huruf syamsiyyah).

6. Tafhim
Yaitu huruf ra barisnya fatah, cara membacanya huruf ro dibaca tebal.

7. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harkat.

8. Tarqiq
Yaitu sebelum lam nya lafadz allah (lam jalalah) ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya lafadz allah dibaca tipis panjangnya 2 harakat.

9. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf ro (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf elam di masukan ke huruf ro (huruf syamsiyyah).

10. Ro dibaca Tafhim
Yaitu huruf ra barisnya fatah, cara membacanya huruf ro dibaca tebal.

11. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu huruf mim bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

12. Alif elam syamsiyyah
Yaitu alif elam bertemu dengan huruf ro (huruf syamsiyyah), cara bacanya huruf elam di masukan ke huruf ro (huruf syamsiyyah).

13. Tafhim
Yaitu huruf ra barisnya fatah, cara membacanya huruf ro dibaca tebal.

14. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harkat.

Nah itulah hukum tajwid yang ada pada lafadz bismillah, semoga artikel ini memberikan manfaat kepada teman-teman yang berkunjung kesini, dan ada sedikit tambahan dari hukum alif elam agar teman-teman semakin mengerti tentang hukum alif elam.

PENJELASAN:

1. Alif lam syamsiyyah
Mengapa disebut alif elam syamsiah? Karena alif elam syamsiyyah itu artinya matahari, sebab alif elam dibacanya tidak jelas malah menghilang, yang terdengar hanya huruf syamsiyyahnya saja yang ada didepannya, itu tidak ada bedanya seperti kita melihat matahari, bentuk matahari tidak jelas kelihatannya, yang kelihatan hanya cahayanya saja karena silau, berikut ini adalah huruf dari alif elam syamsiyyah:

Nah teman-teman untuk pembahasan hukum tajwid pada lafadz bismillah ini saya cukupkan sampai disini, janganlupa subscribe blog ini untuk mengetahui pembahasan artikel selanjutnya, silahkan bagikan kepada teman-teman yang lain jika merasa bahwa pembahasan disini bermanfaat, akhir kata saya ucapkan wasallam.

Hukum Tajwid Surat Az-Zumar Ayat 39 Penjelasan Lengkap Per kata

Selamat datang di blog kajia muslim, blog yang membahas seputar agama islam dimulai dari doa-doa, ilmu fiqh, tajwid dan yang lainnya, pada kesempatan kali ini kami akan membahas seputar hukum tajwid yang ada pada surat az-zumar ayat 39, dalam pembahasan hukum tajwid pada surat az zumar ayat 39 ini kami sudah mentafsirkan hukum tajwidnya dan terdapat 10 hukum tajwid yang harus teman-teman semua fahami dalam membacanya, surat az-zumar ini adalah surat ke 39 dalam al-quran dan terdapat pada juz ke 24.

Pada setiap artikel kami selalu memberitahukan kepada teman-teman pembaca bahwa pentingnya belajar hukum tajwid dalam membaca al-quran, karena hukum belajar tajwid bagi para pembaca al-quran itu hukumnya adalah fardu ain (wajib), maka dari itu hukum tajwid ini adalah salah satu dari banyaknya ilmu yang harus teman-teman kuasai, bukan hanya hukum tajwid saja tentunya, namun pentingnya juga belajar makhraj penyebutan huruf hijaiyahnya juga harus teman-teman kuasai.

Dengan menguasai hukum tajwid dan penyebutan makhraj yang benar ini insya allah pada saat teman-teman membaca al-quran pelafalannya akan fasih, untuk selebihnya tinggal membiasakan diri dengan membaca al-quran agar semakin lancar saat membaca ayt al-quran.

ARTINYA:
KATAKANLAH (MUHAMMAD), “wAHAI KAUMKU! bERBUATLAH MENURUT KEDUDUKANMU, AKUPUN BERBUAT (DEMIKIAN). KELAK KAU AKAN MENGETAHUI,
HUKUM TAJWID SURAT AZ_ZUMAR AYAT 39
1. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu huruf ya mati bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

2. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu wau mati sebelumnya ada huruf yang berbaris dhamah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

3. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu huruf lam mati bertemu dengan alif yang dibuang, baris vertikal diatas itu menunjukan adanya alif yang dibuang, cara membacanya dibaca panjang 2 harakat.

4. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

5. Dibaca idzhar
Yaitu huruf mim mati bertemu dengan huruf hamzah, cara membacanya suara mim mati dibaca dengan jelas.

6. Idgham ma’al ghunah / idgham wajib ghunah / ghunah musadad
Yaitu nun bertasydid cara bacanya ditahan serta dengung.

7. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu ya mati sebelumnya ada huruf yang berbaris kasrah, cara membacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

8. Mad thabi’i (mad asli)
Yaitu alif mati sebelumnya ada huruf yang berbaris fatah, cara bacanya dibaca panjangnya 2 harakat.

9. Tanda waqaf
Waqaf jaiz, artinya boleh waqaf boleh washal (boleh berhenti boleh lanjut).

10. Mad aridisukun
Yaitu mad thabi’i berhadapan dengan satu huruf yang hidup yang berada di akhir kalimat, huruf yang di akhir kalimat itu mati jika di waqafkan, cara bacanya panjangnya 2 sampai 6 harkat.

Nah teman-teman itulah hukum tajwid yang ada pada surat az zumar ayat 39, dan pembahasan hukum tajwid disini saya cukupkan, mohon maaf jika ada kata yang salah, oh ia jangan lupa pelajari juga hukum tajwid yang lainnya ya, sampai jumpa di artikel selanjutnya.