Dalil Tentang Membaca Ayat Ketika Rukuk Dan Sujud, Boleh Ataukah Tidak

selamat datang kepada teman teman kajianmuslim, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan artikel tentang boleh atau tidaknya membaca ayat pada saat rukuk atau sujud, kadang yang baru mengenal islam, mereka kebingungan, seperti mualaf, (saudara kita yang baru masuk islam,) tentang membaca bacaan ketika praktek shalat, apakah pada saat rukuk dan sujud itu membaca ayat? jawabannya silahkan baca di bawah ini https://www.kajianmuslim.net/2018/12/dalil-tentang-membaca-ayat-ketika-rukuk.html

DALIL
Nah menurut hadits HR Muslim Dari ibnu abbas, berkata: “Rasulullah Saw menyingkap tirai ketika banyak orang berbaris dibelakang abu bakar, Rasulullah Saw berkata: “Wahai manusia, sesungguhnya tidak ada yang tersisa dari kabar gembira kenabian selain mimpi yang benar yang dilihat seorang muslim atau diperlihatkan kepadanya. ketahuilah sesungguhnya aku dilarang membaca Al-Quran ketika rukuk atau sujud, adapun ruku maka agungkanlah Allah didalamnya, adapun sujud maka berusahalah dalam berdua agar layak dikabulkan bagi kamu” (HR. Muslim).

Nah itulah hadits tentang membaca ayat Al-Quran pada saat rukuk dan sujud, kesimpulannya adalah tidak diperbolahkan pada saat kita shalat membaca ayat Al-Quran pada saat rukuk dan sujud, adapun pada saat rukuk dan sujud teman teman bisa membacanya lagi pada arti dari hadits di atas.

Mungkin untuk penulisan artikel ini saya cukupkan sampai disini, jika ada dari sebagian teman teman yang igin bertanya silahkan tanyakan kepada kami melalui kontak kami yang sudah tersedia di menu kontak, atau juga bisa mengunjungi fanspage facebook kami, disana teman teman bisa mengirimkan pesan kepada kami perihal pertanyaan yang ingin di tanyakan, jangan lupa like juga fanspage nya ya, akhirkata saya ucapkan wasallam Kajian Muslim.

Advertisements

Dalil Tentang Shalat Sunah Dhuha, Bolehkah Dilaksanakan Berjamaah?

Assalamualaikum wr wb, senang saya bisa kembali terus menulis di blog ini, nah teman-teman dalam tema kali ini saya akan menuliskan tentang dalil dari shalat sunnah dhuha, apakah shalat sunnah dhuha boleh dilakukan secara berjamaah atau tidak, mungkin ada banyak orang yang berpendapat berbda-beda karena ketidak tahuan akan adanya dalil-dalil tertentu yang memperbolehkan shalat dhuha berjamaah ini, namun semoga dengan berkunjungnya kawan kawan kesini menjadi tahu, akan adanya dalil ini, mungkin untuk lebih jelasnya masi kiba pelajari bersama-sama.

PENDAPAT IMAM AN-NAWAWI

(8) Telah disebutkan sebelumnya bahwa shalat, shalat sunnah tidak disyariatkan dilaksanakan berjamaah, kecuali shalat idulfitri dan idul adha, gerhana matahari dan bulan, shalat istisqa’ (Minta hujan), demikian juga tarawih dan witir setelahnya, Jika kami katakan menurut pendapat al-ashahh, sesungguhnya berjamaah afdhal dalam semua itu, adapun shalat shalat sunah yang lain seperti shalat sunnah rawatib, bersama fardhu shalat dhuha, shalat shunnah mutlaq, tidak di syariatkan berjamaah, artinya tidak di anjurkan, akan tetapi jika dilaksanakan secara berjamaah, maka hukumnya boleh, tidak dikatakan makruh, imam syafi’i menyebutkan secara teks dalam mukhtashar al-buwaithidan ar-rabi’ bahwa boleh dilaksanakan berjamaah, dalil bolehnya adalah banyak hadits dalam kitab shahih, diantaranya adalah hadits itban bin malik, sesungguhnya Rasulullah Saw datang kerumahnya setelah panas terik, bersama Rasulullah Saw ada abu bakar. Rasulullah Saw berkata: “Dimanakah engkau suka aku laksanakanshalat didalam rumahmu?” maka saya tunjuk tempat yang saya sukai agar Rasulullah Saw shalat di tempat itu. Rasulullah Saw berdiri, kemudian kami menyusun shaf di belakang beliau, kemudian Rasulullah Saw mengucapkan salam kamipun ikut mengucapkan salam ketika beliau mengucapkan salam. (HR. Al-Bukhari Dan Muslim). Shalat sunnah berjamaah bersama Rasulullah Saw juga berdasarkan hadits hadits shahih dari riwayat ibnu abbas, annas bin malik, ibnu mas’ud dan hudzaifah. Semua hadits mereka ada dalam shahih al-bukhari dan muslim, kecuali hadits hudzaifah hanya ada dalam shahih muslim saja. Wallahu a’lam.

PENDAPAT IMAM IBNU TAIMIAH

Shalat sunnah terbagi kepada dua:
Pertama: Shalat sunnah yang disunahkan untuk dilaksanakan secara berjamaah seperti shalat khusuf (Gerhana matahari), Shalat istisqa’ (Minta Hujan) Dan shalat malam ramadhan. shalat-shalat sunah ini dilaksanakan secara berjamaah sebagai mana yang disebutkan dalam hadits.

Kedua: Shalat sunnah yang tidak di anjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah seperti shalat qiyamullail, shalat sunnah rawatib, shalat dhuha, shalat sunnah tahyatulmasjid dan shalat shalat sunah lainnya. shalat shalat sunah jenis ini jika dilaksanakan secara berjamaah maka hukumnya boleh, jika dilaksanakan sekali-kali.

Nah itulah penjelasan tentang dalil-dalil yang memperbolehkan shalat sunnah berjamaah, dan mungkin akan saya akhiri penulisan artikel kali ini, semoga apa yang saya bagikan disini bermanfaat bagi kita semua, akhir kata saya ucapkan wasallam.
Sumber: https://www.kajianmuslim.net/2018/12/dalil-tentang-shalat-sunah-dhuha.html

Dalil – Dalil Shalat Sunah Qabliyah Magrib Lengkap Arab Latin

Assalamualaikum wr wb, Alhamdulillah dalam penulisan artikel kali ini saya masih diberikan kesehatan sehingga dapat terus mengupdate artikel dari blog ini, sebelumnya saya berterimakasih kepada teman-teman yang sudah mendukung blog ini sehingga blog ini dapat bertahan, karena sesungguhnya jika tanpa kalian blog ini hanya butiran debu, karena tak ada yang membaca dan belajar, tapi berkat adanya teman teman semua blog ini bisa terus bertahan sampi detik ini,

Dalam penulisan artikel kali ini kami akan menuliskan artikel tentang dalil, dalil dari shalat sunnah qabliyah, sedikitnya ada empat dalil yang akan saya tuliskan disini, dalil yang pertama menurut Abdullah al-muzani, yang kedua dari ibnu abbas, yang ketiga dari anas bin malik, dan yang ke empat dari martsad bin abdullah al-yazani, nah untuk lebih jelasnya mari kita pelajari bersama-sama tentang dalil dari shalat sunnah qabliyah ini,

DARI ABDULLAH AL_MUZANI

Dari Abdullah Al-Muzani, dari rasulullah Saw: “Shalatlah kamu sebelum maghrib. shalatlah kamu sebelum maghrib. shalatlah kamu sebelum maghrib, bagi siapa yang mau” (HR. Al-Bukhari).

DARI IBNU ABBAS

Dari Ibnu Abbas: “Kami melaksanakan shalat dua rakaat setelah tenggelam matahari, rasulullah Saw melihat kami, beliau tidak memerintahkan kami dan tidak pula melarang kami”, (HR.Muslim).

DARI ANNAS BIN MALIK

Dari Annas Bin Malik, ia berkata: “ketika mu’adzin telah mengumandangkan adzan, para shahabat shalat menghadap tiang hingga rasulullah saw keluar (rumah), para shahabat sedang melaksanakan shalat dua rakaat sebelum maghrib, tidak ada apa apa antara adzan dan iqamah, (HR.Al-Bukhari).

MARTSAD BIN ABDULLAH

Martsad bin abdullah Al-Yazani berkata:”Saya datang menemui ‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhani, saya katakan kepadanya: “Apakah tidak aneh bagimu melihat abu tamim shalat dua rakaat sebelum maghrib?”. ‘Uqbah menjawab: “kami melaksanakannya pada masa rasulullah”. Saya bertanya: “Apa yang membuatmu tidak melaksanakannya sekarang?” Ia menjawab: “Kesibukan”. (HR.Al-Bukhari).

Nah teman teman kajian muslim itulah dalil dalil tentang shalat sunnah qabliyah yang dapat kami bagikan di sini, mudah mudahan dapat dipelajari oleh kita semua, dan tau alas-usul tentang shalat sunnah qabliyah ini, mungkin dalam penulisan artikel tentang dalil dalil shalat sunnah qabliyah ini saya cukupkan sampai disini, jika ada teman-teman yang ingin bertanya, silahkan untuk mengirimkan pertanyaan teman-teman melalui email yang sudah tersedia di menu kontak, atau juga bisa melewati fanspage facebook kami yang ada di sidebar, disana teman-teman bisa bertanya tentang apa yang mau di tanyakan, boleh juga dari perihal yang lain, yang masih bersangkutan dengan agama, dan jangan lupa like juga fanspage kami ya, akhir kata saya ucapkan wasallam.
Sumber: https://www.kajianmuslim.net/2018/12/dalil-dalil-shalat-sunah-qabliyah.html

Dalil Shalat Rawatib Dari Ummu Habibah, Abdullah Bin Muhaffal Al-Muzani

Assalamualaikum wr, wb, Mungkin ada sebagian dari teman-teman ada yang bertanya, apakah ada dalil-dalil yang menjelaskan tentang shalat rawatib, nah maka dari itu pada kesempatan kali ini kami akan membagikan dalil dalil yang menjelaskan tentang shalat rawatib, dalil dari ummu habibah ummul mu’minin dan dari abdullah bin mughaffal al-muzani, dalam dalil ini akan dijelaskan tentang rakaat shalat rawatib, pelaksanaanya, berapa rakaat shalat rawatib sehari semalam, mungkin untuk lebih jelasnya kita langsung saja bahas dalil dalilnya berikut di bawah ini,

Dari Ummu habibah Ummul Mu’minin, ia berkata:”saya mendengar Rasulullah Saw bersabda:
“Siapa yang shalat 12 rakaat sehari semalam, dibangunkan untuknya satu tempat disurga” (HR. Muslim)
Penjelasan 12 rakaat tersebut terdapat dalam riwayat imam at-tirmidzi,

4 rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat setelah dzuhur, 2 rakaat setelah maghrib, 2 rakaat setelah isya. dan 2 rakaat sebelum subuh, . menurut riwayat ibnu umar: 2 rakaat sebelum dzuhur. sedangkan 2 rakaat sebelum ashar, 2 rakaat sebelum maghrib dan 2 rakaat sebelum isya masuk dalam hadits:

Dari Abdullah bin mughaffal al-muzani, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Antara adzan dan iqamah ada shalat, bagi siapa yang mau melaksanakannya”. (HR Al-Bukhari dan muslim).

Nah itulah dalil dalil yang menerangkan tentang shalat rawatib, dari jumlah rakaan, dan berapa rakaat shalat rawatib dilaksanakan sehari, mudah mudahan apa yang saya bagikan disini bisa bermanfaat bagi kawan kawan semuanya, jika kawan kawan memiliki bahan pertanyaan silahkan ditanyakan kepada kami, kontak kami sudah tersedia di menu kontak, atau bisa juga lewat fanspage facebook, jika teman teman mengunjungi fanspage facebook kami jangan lupa like ya fanspage nya, mungkin untuk penulisan artikel kali ini saya cukupkan sampai disini sampai jumpa pada artikel selanjutnya, akhir kata saya ucapkan wasallam.
Sumber: https://www.kajianmuslim.net/2018/12/dalil-shalat-rawatib-dari-ummu-habibah.html

Hukum Bagi Orang Yang Meninggalkan Shalat Secara Sadar Dan Disengaja

Assalamualaikum wr, wb, tiada hari tanpa bersinarnya sang matahari (Kehendak Allah), alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita berjumpa kembali dalam tulisan di blog kecil kita ini (dengan izin Allah), pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan artikel tentang hukum bagi orang yang meninggalkan shalat secara disegaja, pertama-tama saya mengucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman semua yang sudah mendukung blog ini, doakan kami agar selalu diberikan kesehatan, bagai mana sih hukum orang yang meninggalkan shalat itu?, berikut di bawah ini hadits hadits tentang orang yang meninggalkan shalat secara disengaja, mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan teman-teman semua tentang hukum bagi orang-orang yang meninggalkan shalat,

JAWABAN:

Dosa besar yang ke duapuluh adalah meninggalkan shalat secara sengaja, pensyariat yang maha bijaksana telah memerintahkan orang-orang yang beriman agar menegakkan shalat, menunaikannya, menjaganya dan memperhatikannya. Allah Swt telah berfirman: “sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” (Qs. An-Nisa’ [4]:103). dan firmannya: “Orang-orang yang meninggalkan shlat”.

Sunnah juga demikian, diriwayatkan dari Rasulullah Saw: “Empat perkara yang diwajibkan Allah dalam islam, siapa yang melaksanakan tiga, maka itu tidak mencukupi baginya hingga ia melaksanakan semuanya; shalat, zakat, puasa ramadhan dan haji ke baitulloh”. (HR. Ahmad). Diriwayatkan dari umar bin al-khaththab, Rasulullah Saw bersabda: siapa yang meninggalkan shalat secara disengaja, maka Allah menggugurkan Amalannya, perlindungan Allah dijauhkan darinya (ia kafir), hingga ia kembali kepada Allah dengan bertaubat” (HR. Al-Ashfahani). Dari Ibnu Abbas, Ia berkata : “Siapa yang meninggalkan shalat, maka kafirlah ia”. Dari Ibnu mas’ud, ia berkata: :Siapa yang meninggalkan shalat, maka tidak ada agama baginya”. Dari jabir bin abdillah, ia berkata: “Siapa yang tidak shalat maka ia kafir”.

Hadits shahih dari rosulullah Saw: “Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat itu kafir”. demikian juga pendapat para ulama dan sejak masa Rasulullah Saw bahwa orang yang meninggalkan shalat secara disengaja tanpa uzur hingga waktunya berakhir, maka kafirlah ia, karena Allah Swt mengancam orang yang meninggalkan shalat. Diriwayatkan dari Rasulullah Saw: “Antara seseorang dan kekafiran adalah meninggalkan shalat”

Nah hadits di atas itu adalah hukum bagi orang yang meninggalkan shalat secara disengaja, mudah mudahan dapat dengan mudah di mengerti oleh teman-teman semua, namun jika ada yang masih kebingungan silahkan untuk bertanya kepada kami, bertanya disini bisa melalui kontak email atau dengan mengirikan pesan di fanspage facebook yang ada di sidebar blog ini, silahkan kunjungi fanspage kami, jangan lupa like juga ya fasnpagenya, untuk penulisan artikel kali ini saya cukupkan dulu sampai disini, untuk kedepannya atau update artikel selanjutnya insya allah saya akan menuliskan tentang hadits dari hukum-hukum islam yang lainnya, akhir kata saya ucapkan wasallam.
Sumber: https://www.kajianmuslim.net/2018/12/hukum-bagi-orang-yang-meninggalkan-shalat.html

Haruskah Tidur Terlebih Dahulu Sebelum Melaksanakan Shalat Tahajud?

Fatwa dari syekh Ubaid Abdullah Al-Jabiri:

Assalamualaikum wr, wb, tak terasa hari dan bulan silih berganti, dan alhamdulillah bertambahnya usiapun tak membuat kita berhenti belajar mengkaji, dengan adanya blog tentang kajian muslim ini mudah mudahan dapat mempermudah teman teman dalam mencari informasi tentang pembelajaran agama islam, tema yang akan saya bahas kali ini adalah tentang shalat tahajud, apakah shalat tahajud harus dilakukan sesudah tidur, ataukah bisa dilakukan walaupun tidur terlebih dahulu?, Tahajud dalam sunnah disebutkan secara mutlak tampa ada ikatan harus tidur dulu atau tidak, sesuatu yang disebutkan secara mutlak maka tidaklah boleh di ikatkan dengan suatu syarat, kecuali ikatan itu berdasarkan syarriat islam, dengan nash teks al-quran dan sunnah, dalam masalah qiyamullail, tidak ada ikatan harus didahului tidur terlebih dahulu atau tidak tidur.

Bahkan jika seseorang tidak tidur sama sekali pada waktu malam, ia boleh melaksanakan shalat pada malam itu, pada waktu awal malam, pertengahan malam atau di akhir malam, sebagai mana riwayat aisyah, ia berkata: “Disepanjang malam Rasulullah Sawmelaksanakan shalat witir, pada waktu awal, pertengahan, dan di akhir malam, hingga waktu sahur, (artinya Rasulullah Saw tidak tidur dari isya, sampai sahur).

Namun jawaban yang umum dari para ulama: jika tidur terlebih dahulu, di sebut tahajjud. jika tanpa tidur terlebih dahulu, disebut Qiyamullail.

Nah dari pembahasan artikel di atas mudah mudahan tentang shalat tahajud harus tidur dulu atau tidak, bisa terjawab, jika masih ada yang kurang di fahami silahkan di tanyakan melalui contact email ataupun lewat facebook fanspage kajianmuslim, jangan lupa juka di like ya halaman kajianmuslimnya, untuk pembahasan artikel kali ini kami cukupkan sampai disini dulu, akhir kata saya ucapkan wasallam.

Sumber: https://www.kajianmuslim.net/2018/12/haruskah-tidur-terlebih-dahulu-sebelum.html

PUASA BULAN RAJAB | Niat, Fadilah, Keistimewaan, Keutamaan Dan Amalannya

Assalamualaikum wr wb, Hai sahabat kajian, sudah lama sekali saya tidak meng update artikel di blog ini karena kesibukan, dan alhamdulilah pada saat saya menulis artikel ini, saya mempunyai cukup waktu untuk menulis, dalam artikel baru ini saya akan menuliskan pembahasan artikel tentang Bulan rajab, fadilah bulan rajab, puasa di bulan rajab, keistimewaan bulan rajab, niat bulan rajab dan amalannya, nah untuk itu mari kita mulai pembahasan,

BULAN HARAM

Dalam setahun ada 12 bulan, dari 12 bulan itu ada 4 bulan yang di mulyakan ( Bulan haram/Bulan suci ), terdapat 4 bulan haram yang sudah dikenal umat islam, 3 bulan yang berurutan yaitu bulan DZULQA’DAH, DZULHIJAH, MUHARAM dan satu lagi yaitu bulan RAJAB, maka dari itu banyak dari kalangan masyarakat muslim yang melakukan amalan-amalan ketaatan dibulan ini, salah satunya yaitu bulan rajab, berikut ini adalah firman allah yang berkaitan dengan bulan harom,

ARTINYA:

Sesungguhnya bilangan bulan disisi allah adalah 12 bulan, dan ketetapan allah diwaktu dia (allah) menciptakan langit dan bumi, di antara 4 bulan haram, ialah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu semua dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya,sebagai mana mereka memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwa sanya allah beserta orang orang yang bertaqwa (At-Taubah : 36 ),

Dalam kitab (DUROTUNNAASSIHIIN) di ceritakan kata rajab itu ada tiga huruf,

ARTINYA:

Sesungguhnya rajab itu ada 3 huruf: RA nya menunjukan Rohmatulloh (Rohmat Allah), JIM nya Jirmul Abdi (Dosa Hamba), BA nya Birilah hita’ala (Kebaikan Allah), Seraya allah berkata hai…! Hambaku aku menjadikan dosa dosamu antara kebaikanku dan rahmatku, maka bersih dosa dosa mu karna kemulyaan bulan rajab,

Dan bulan rajab disebut juga bulan ashom (Bulan tuli) kenapa disebut bulan ashom? (tuli) karena rajab tidak pernah mendengar kemaksiatan dia hanya mendengar kebaikan, berikut ini adalah hadits hadits yang berkaitan dengan bulan rajab :

HADITS HADITS YANG BERKAITAN DENGAN BULAN RAJAB

ARTINYA:

Sesungguhnya rajab itu bulan allah dan sya’ban itu bulan ku, dan romadhon itu bulan umatku,

Abi hurairah berkata : Sesungguhnya nabi saw tidak pernah berpuasa sesudah romadhon kecuali bulan rajab dan sya’ban

Dari Aisyah, Aisyah berkata : Nabi (saw) bersabda, semua manusia kelaparan hari qiamah, kecuali para nabi dan ahli para nabi dan orang yang berpuasa bulan rajab dan sya’ban dan romadhon, maka semuanya pada kenyang dan tidak dahaga,

ARTINYA :

Dari anas RA… Nabi (saw) bersabda disurga itu ada sungai namanya rajab warnanya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu, siapa orang yang puasa sehari dibulan rajab maka allah akan memberi minuman dari sungai itu.

Menurut imam AHMAD, makruh puasa sebulan rajab penuh menurut UMAR BIN ABAS tidak makruh kalau disambung dengan bulan lainnya, Imam ALMAWARDI berkata dalam kitab ALIQNA disunahkan puasa bulan rajab dan sya’ban.

NIAT PUASA DIBULAN RAJAB

ARTINYA:

Saya niat puasa hari esok dibulan rajab sunat karena allah ta’ala

AMALAN DIBULAN RAJAB

Tidak ada hadits yang meng khususkan amalan di bulan rajab, karena rajab itu bulan haraam (yang dimulyakan) maka banyak dikalangan umat islam yang mengamalkan amalan, keta’atan, ada yang baca qur’an, baca sholawat, tahlil, dan ada juga yang tanggal 1 sampai tanggal 10 baca tasbih 100x, berikut ini adalah bacaan tasbihnya,

Tanggal 1 sampai 10 Dibaca sehari semalam 100x

Tanggal 11 sampai 20 Dibaca sehari semalam 100x

Tanggal 21 sampai 30 Dibaca sehari semalam 100x

Nah untuk setiap 100x kali tasbih dari masing masing tanggal ditutup dengan membacakan doa berikut ini

Ya Allah berkahilah kami di bulan rajab dan sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan ramadhan.

Nah itulah pembahasan seputar bulan rajab dari fadilah, keutamaan, ke istimewaan, dan amalannya yang dapat saya bagikan disini, mudah mudahan apa yang kami tulis disini bisa bermanfaat bagi sahabat semuanya, terutama bagi yang sedang belajar, untuk teman teman jangan sungkan jika ingin bertanya kepada kami, teman teman bisa mengunjungi link fanspage facebook yang ada di sidebar blog ini, disana teman teman bisa mengirimkan pesan kepada kami melalui button massage, jangan lupa like juga ya fanspage nya, akhirkata saya ucapkan wassalam.

sumber: https://www.kajianmuslim.net/2018/11/puasa-bulan-rajab-niat-fadilah.html