Hadits Arbain Ke 1 Inna Amalu Bin Niyat Kitab Arbain An Nawawiyah

Assalamualaikum kepada pengunjung kajianmuslim – Pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan hadits Arbain yang ditulis oleh imam nawawi (Kitab Arbain An Nawawiyah), hadits dari kitab Arbain ini seluruhnya terdapat 40 hadits, namun saya tidak menjelaskan semua hadits nya dalam satu halaman, untuk hadits arbain ini kami akan menerangkannya per satu halaman, jadi setiap satu halaman satu hadits yang dituliskan.

Tahukah kalian bahwa jika kita bisa menghafal hadits sebanyak 40 hadits nanti di hari akhir kita akan dibangkitkan dan digolongkan dengan ahli-ahli fiqh dan para ulama lo, jadi mulai sekarang hafallah 40 hadits, untuk hadits nya bebas tidak ditentukan hadits mana yang harus dihafal, namun untuk lebih afdol maka hafalah hadits-hadits yang shahih.

Adapun hadits tentang yang saya bahas di atas tentu saja ada sumbernya, menghafal 40 hadits ini saya kutip dari kitab An Nawawiyah berikut keterangannya dibawah ini.

ARTINYA: Sesungguhnya rasulullah saw telh bersabda Barang Siapa orang yang menghafal 40 hadits dari golongan umatku dari perkara agamanya maka Allah akan membangkitkian dia dari kuburnya nanti di hari kiamahdisatukan dengan golongan ahli-ahli Fiqh dan para ulama.

Nah diatas adalah keterangan tentang menghafal 40 hadits, untuk hadits Arbain yang pertama kita akan membahasnya dibawah ini.

ARTINYA:
Diriwayatkan dari amiril muminin abi hapsin umar bin khatab RA, Umar berkata saya sudah mendengar dari Rasulullah Saw beliau bersabda: Sesungguhnya semua amal itu bagai mana niatnya, Dan sesungguhnya setiap orang hanya mendapatkan apa niat yang dia maksudkan, Maka siapa orang yang hijrahnya kepada Allah dan Rasulnya maka dia akan hijrah kepada Allah dan Rasulnya, Dan siapa orang yang hijrahnya kepada dunia maka dia akan mendapatkan dunia, atau hijrahnya kepada perempuan maka orang itu akan menikah dengan perempuan, maka hijrahnya orang itu kepada apa yang dia tuju.

Sudah menceritakan kepada hadits di atas dua orang imam muhaditsin yaitu abu abdillah muhammad bin ismail bin ibrohim bin mugiroh bin bardizbah Albukhariyu orang dari kota bikhari, dan abu husain muslim bin hajaj bin muslim al khusairiyu annasaburiyu dengan kitab shahih bukhari dan kitab shoheh muslim.

Kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim itu adalah kitab yang paling Shahih dari semua kitab.

Nah hadits di atas adalah keterangan dari hadits arbain ke 1 inna amalu binnyiat yang ditulis oleh An Nawawiyah, jadi dengan apa yang sudah dijelaskan jikalau kita beramal itu tergantung dengan niat kita Inna Amalu Binnat (Sesungguhnya amal itu tergantung dari niat).

Untuk penulisan hatis pertama saya cukupkan sampai disini, nantikan update hadits arbain selanjutnya ya, atau dengan cara gampangnya teman teman bisa meng Subscribe blog ini untuk mendapatkan pemberitahuan terbaru dari kami, silahkan share juga artikel ini jika memang bermanfaat, jika masih bingung silahkan untuk bertanya kepada kami, kontak kami ada di menu contact paling bawah, akhirkata saya ucapkan wasalam.

Advertisements

Waktu Menyembelih Kurban Keterangan Sesuai Hadits

WAKTU MENYEMBELIH KURBAN
Assalamualaikum kajianmuslim – Kali ini kami akan menjelaskan waktu pada saat menyembelih kurban pada saat hari raya, pembahasan ini akan berguna untuk teman teman yang menjadi anggota DKM masjid atau pengurus masjid, karena biasa mereka ini akan disibukan dengan hewan kurban pada saat hari raya tiba, jika di daerahnya ada yang mengeluarkan hewan kurban tentunya.

Menyembelih hewan kurban tentu tidak sembarangan main potong saja, ada di mana waktu yang sudah ditentukan, waktu untuk menyembelih kurban yaitu mulai dari matahari setinggi tombak pada hari raya haji, sampai terbenamnya matahari di ujung barat pada tanggal tigabelas bulan haji, ini semua adalah ketentuan yang sudah Rasulullah sampaikan, Rasulullah Saw bersabda:

ARTINYA:
Barang siapa menyembelihkurban sebelum shalat hari raya haji, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang menyembelih kurban sesudah shalat hari raya dan dua khotbahnya, sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya, dan ia telah menjalani aturan islam.

Jika ada orang yang menyembelih hewan kurban sebelum waktu shalat pada hari raya haji, maka dia ditak menjalankan aturan islam, dan yang dimaksud dengan shalat hari raya dalam hadits ialah waktunya, karena mengerjakan sholat tidaklah menjadi syarat untuk menyembelih hewan kurban, jadi bukan shalatnya, tetapi waktunya, ini semua juga sama seperti apa yang telah Rasululah sampaikan, Rasulullah Saw Bersabda:

ARTINYA: Sesungguhnya hari tasyriq tanggal 11 sampai tanggal 13 haji adalah waktu menyembelih kurban.

Itulah pembahasan tentang waktu menyembelih kurban sesuai dengan hadits yang diperintahkan, semoga artikel ini dapat bermanfaat buat teman-teman, untuk pembahasan ini saya akhiri sampai disini, akhirkata saya ucapkan wasalam.

Kisah Perjalanan Sayyidina Umar Radhiallahu Anhu Menuju Kota Syam

Assalamualaikum pengunjung kajianmuslim – Pada kesempatan ini kami mau membagikan kisah dari sayidina umar, tentang perjalannannya menuju kota syam, ada kejadian menarik pada kisah ini dan secara tidak langsung memberikan pelajaran kepada kita, nah berikut ini adalah kisah dari perjalanan sayyidina umar.

Ini riwayat dari khois bin hajim, disuatu hari sayyidina umar radhiallahu anhu berangkat ke negri syam sambil menunggangi unta, saling bergantian dengan pembantunya, pada saat sudah dekat ke negri syam, kebetulan yang mengganti menunggangi unta itu adalah pembantunya, pembantunya menunggangi unta dan sayyidina umar Radhiallahu Anhu memegang kendalinyah, dan kebetulan waktu itu ada banjir air yang meluap kejalan, tiba-tiba datang abu ubaidah bin jaroh, yaitu gubernur di negeri syam, dia itu salah satu dari sahabat yang sepuluh yang tercatat sebagai ahli surga, kata gubernur kepada sayidina Umar Radhiallahu Aanhu: Hei amirul muminin! Sesungguhnya para petinggi negri syam pada keluar, mau menyambut kedatangan engkau.

Sepertinya tidak pantas kalo mereka melihat engkau dengan keadaan seperti ini. Kata sayyidina Umar Radhiallahu Anhu: cukup allah yang memberikan kehormatan bagiku. Dengan islam aku tidak peduli dengan omongan orang-orang kepadaku.

Itulah kisah dari sayyidina umar tentang perjalanan nya menju kota syam bersama pembantunya, tentunya banyak hal yang bisa kita ambil dari kisah ini, salahsatunya mungkin mampukah kita jika kita sudah berada pada posisi sepuluh besar, menjadi petinggi yang penting melakuakan apa yang seperti umar Radhiallahu anhu lakukan? sungguh prilaku yang patut dicontoh sebagai pemimpin.

Untuk kita yang hidup dizaman sekarang sangat susah menemukan orang yang prilakunya seperti umar ini, mungkin hanya itu yang dapat saya bagikan pada kesempatan kali ini, akhirkata saya ucapkan wasalam.

Membatasi Tempat Shalat Agar Tidak Ada Yang Lewat Didepan Kita

MEMBATASI TEMPAT SHALAT
Assalamualaikum wr wb sahabat kajianmuslim.net – Kali ini kajianmuslim akan membahas tentang tetnatng hal membatasi tempat shalat dengan sesuatu agar tidak ada orang yang lewat di depan kita pada saat shalat, untuk membatasi tempat shalat itu bisa dengan benda seperti tongkat, menggarisi area sujud, atau yang lebih baik dengan menghamparkan sajadah.

Hukum dari melewati didepan orang yang sedang shalat adalah haram, bahkan dari sabda rasulullah jika menghiraukan ketika dicegah pada saat melewati orang yang sedang shalat rasulullah memerintahkan untuk membunh nya, berikut ini adalah sabda rasulullah tentang membatasi tempat shalat.

SABDA RASULULLAH SAW

ARTINYA:Kalau orang yang lewat didepan orang yang shalat mengetahui Dosa yang didapatinya, tentu lebih baik dia berhenti menanti empat puluh tahun daripada lewat didepan orang shalat

ARTINYA:Apabila seseorang shalat menghadap sesuatu yang membatasinya dari manusia, kemudian ada orang hendak lewat didepannya hendaklah dicegahnya orang itu, jika orang itu tidak menghiraukan hendaklah dibunhnya: sesungguhnya dia adalah syetan.

Itulah pembahasan tentang membatasi tempat shalat, semoga bermanfaat bagi teman teman yang membaca pembahasan ini, jangan lupa baca juga artikel yang lainnya ya, oh ia, insya allah jika dipanjangkan umur nanti saya akan menuliskan tentang hadits arbain karangan imam nawawi al bantani, mudah mudahan hadits arbain ini bisa menjadikan sumber ilmu untuk kita semua nantinya, mungkin untuk sekarang-sekarang ini saya masih fokus untuk menyelesaikan bab kisah, ya untuk artikel kali ini saya cukupkan sampaui disini akhir kata saya ucapkan wasalam.

Hikayah Maimun Bin Mihron Dan Seorang Abid Yang Dimerdekakan

Assalamualaikum kajianmuslim.net – Berikut ini adalah kisah dari maimun bin mihron, maimun bin mihron ini mempunyai seorang abid yang dia kerjakan dirumahnya, pada suatu waktu abidnya menumpahkan sayur ke maimun bin mihron, Nah untuk ceritanya berikut di bawah ini.

Disuatu hari maimun bin mihron mau makan, tiba tiba datang pembatunya membawa sayur. Kebetulan kaki pembantunya tersangkut, dia jatuh dan sayurnya tumpah mengenai badan maimun bin mihron, dia sangat marah, pembatunya mau dia pukul. Kata pembantu: Hei juragan! Allah sudah berfirman:

ARTINYA: Kalau sifat orang-orang yang bertaqwa yaitu orang yang bisa menahan hawa nafsu.

Seketika Maimun bin mihron berhenti marahnya, terus pembantu itu meneruskan membaca ayatnya

ARTINYA: Dan suka memaafkan kesalahan orang lain.

Kata maimun bin mihron: Saya sudah memaafkan, terus pembantu itu melanjutkan membaca ayatnya

ARTINYA: Dan Allah menyukai orang orang yang berbuat kebaikan.

Kata maimun bin mihron: Ya sudah saya akan bebuat kebaikan kepadamu, sekarang saya memerdekakan kamu karena zdat Allah Ta’ala.

Itulah kisah dari maimun bin mihron dan seorang abid yang dimerdekakan, semoga bisa menjadi orang-orang yang bisa menahan hawa nafsu yang membelenggu dalam diri kita, mungkin untuk hikayah ini saya cukupkan sampai disini, akhir kata saya ucapkan wasalam.

Penjelasan Begini Cara Mengetahui Waktu Shalat Fardhu Sesuai Dengan Hadits

WAKTU SHALAT FARDHU
Assalamualaikum kajianmuslim – Artikel ini akan menjelaskan tentang cara mengetahui waktu shalat fardu dengan melihat jam matahari sesuai dengan hadits, hal ini akan sangat berguna sekali ketika kita jauh dari perkotaan, mungkin bisa dibilang ketika kita berada di hutan dan kebetulan semua alat digital dan elektronik kita kehabisan daya, dengan mempelajari watu jam matahari ini kita dapat mengetahui waktu shalat yang tepat, nah dibawah ini adalah penjelasannya.

FIRMAN ALLAH PADA SURAT ANNISA 103
ARTINYA: Sesunggunya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Shalat wajib lima waktu adalah kewajiban yang harus dilaksanankan oleh setiap orang yang sudah baligh dan berakal dalam sehari selamal, seperti apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah Saw,

ARTINYA: Telah difardhukan allah atas umatku pada malam isra limapuluh salat, Maka senantiasa saya kembali kekhadirat ilahi, dan saya minta keringanan sehingga dijadikannya menjadi lima kali dalam sehari semalam.

WAKTU SHALAT
Nah untuk penjelasan bagaimana cara mengetahui waktu shalat akan dibahas dibawah ini yaitu shalat dzuhur, shalat ashar, shalat maghrib, shalat isya dan shalat subuh.

1. Shalat Dzuhur, Waktu shalat dzuhur adalah setelah teregelincirnya matahari dari titik tengah langit, mungkin akan sangat sulit jika kita melihat langsung ke atas karena akan sangat silau sekali yang berdampak akan merusak mata, disini cobalah untuk menancapkan tongkat dengan posisi vertikal keatas dengan sudut 90 derajat, setelah itu lihat bayangan dari tongkat tersebut, jika bayangannya melenceng sedikit dari tongkat tersebut maka itu sudah masuk kepada waktu dzuhur.

Untuk waktu akhinya apabila bayangan dari tongkat tersebut telah sama panjangnya dengan tongkat tersebut, tinggal di ukur saja panjang tongkat dengan panjang bayangannya.

2. Waktu Shalat Ashar, Waktu ashar dimulai pada saat habisnya wahtu dzuhur yaitu pada saat bayangan tongkat atau sesuatu telah melebihi panjangnya dari tongkat atau sesuatu tersebut, untuk waktu akhir ashar yaitu sampai terbenamnya matahari.

3. Waktu shalat maghrib, Waktu dari shalat mahrib yaitu pada saat terbenamnya matahari sampai terbenamnya syafaq, syafaq adalah cahaya matahari yang terpancar di tepi langit setelah terbenamnya matahari, kebanyakan orang di indonesia sering menyebutnya dengan layung.

4. Waktu shalat isya, Waktu shalat isya adalah pada saat terbenamnya syafaq merah sampai terbit fajar kedua pada saat subuh.

5. Waktu shalat shubuh, waktu shalat subuh adalah dimulai dari terbit fajar kedua sampai terbitnya matahari.

Nah itulah penjelasan tentang bagai mana cara mengetahui waktu shalat fardhu dengan melihat matahari, mungkin jika awal-awal mempraktekannya akan sangat sulit sekali karena kita pertamanya harus mengetahui dahulu sinar sinar yang dipancarkan oleh matahari tersebut, namun jika sudah terbiasa tentu akan sangat mudah, ilmu ini akan berguna ketika jam watu tidaklah bisa digunakan, untuk penjelasan ini cukup sampai disini akhirkata saya ucapkan wasalam.

Kisah Hikayat SyaQiQ Al Balkhi Dan Ibrohim Bin Adham, Kisah Guru Dan Murid

Assalamualaikum wr wb teman-teman kajianmuslim – kali ini kami akan membagikan Kisah tentang seorang guru dan murid, tepatnya kisah dari syaqiq al balkhi dan ibrohim bin adham, mudah mudahan kita dapat mengambil hikmah dari kisah ini, untuk ceritanya berikut dibawah ini.

Disuatu hari ibrohim bin adham bertemu dengan syaqiq al balkhi (Gurunya), kata gurunya: bagai mana sikap kamu kalau kamu dikasih rizki? Jawab ibrohim bin adham, kalo saya dikasih Rizki oleh Allah Ta’ala saya bersyukur, dan kalo tidak dikasih rizki saya bersabar. Kata gurunya: oh kalo begitu kamu sama dengan anjingku yang ada di kampung ini. Ibrohim bin adham merasa kaget, dia bertanya: Bagaimana kalau guru dikasih rizki? Jawab gurunya: Kalo saya dikasih rizki saya akan mendahulukan orang lain yang mendahulukan, kalo tidak dikasih rizki oleh Allah saya bersabar.

Setelah itu ibrohim bin adham mencium kepala Syaqiq Al Balkhi, sambil berkata, engkau itu memang seorang guru yang hebat.

Keterangan: Jawaban ibrohim yang di atas tadi itu sudah benar kalo menurut orang biasa, tapi kalo menurut ahli tashouf yang sudah istikomah, adalagi jawaban yang lebih tepat daripada jawaban ibrohim bin aham. Seperti seorang bapak yang menanyakan kepada anaknya yang masih kecil: Hei anaku apagunanya telinga? Anaknya menjawab: Telinga itu untuk mengaitkan kacamata, Jawaban itu benar juga, tapi kalau jawaban dari anak yang sudah dewasa tentu ada lagi jawaban yang lebih tepat daripada itu.

Syaqiq Al balkhi memberi didikan kepada ibrohim bin adham yang di anggap belum dewasa. Setelah itu Syaqiq Al Balkhi di jadikan guru oleh ibrohim bin adham.

Nah itulah Kisah tentang syaqiq al balkhi dan ibrohim bin adham, semoga kita para pembaca selalu mendapatkan ilmu dari cerita-cerita ini, mengambil hal yang positif dan mennggalkan hal yang negatif nya, baca juga artikel sebelumnya ya, dan janganlupa share artkel ini kepada teman kerabat, dan keluarga, bilaperlu subscribe agar teman-teman bisa mendapatkan info terbaru dari kami akhir kata saya ucapkan wasalam.