Hadits Arbain Ke 28 Wasiat Rasulullah Kepada Para Sahabat (Nasihat)

Hadits arbain ke 28 menjelaskan tentang nasihat rasulullah shalalahu alaihi wasalam kepada para sahabat untuk selalu menjalankan sunah dan bertaqwa kepada Allah subhanahu wata’ala, nasihat yang terkandung dalam hadit ini membuat hati para sahabat bergetar sampai-sampai para sahabat mengira bahwa ini adalah nasihat perpisahan, para sahabatpun meminta untuk di wasiati oleh rasulullah pada kala itu.

Begitu antusiasnya para sahabat untuk meminta nasihat dan ilmu kepada rasulullah shalalahu alaihi wasalam, ini membuktikan bahwa para sahabat sangat bersungguh-sungguh dalam hal ketaqwaan, tidak boleh ada yang terlewatkan sampai-sampai semua sabda rasulullah di buku kan agar para penerus agama islam tidak kehilangan pengetahuan yang sangat penting, dan alhamdulillah sampai saatnya sekarang kita dapat mempelajarinya.

Kepada teman-teman baca juga artikel hadits arbain ke 27 ya, yang membahas tentang perbedaan kebaikan dan dosa, semoga bermanfaat buat teman-teman, dan mudah-mudahan artikel yang ada di blog ini juga dapat bermanfaat untuk para pembaca yang kebetulan mampir ke blog ini, nah berikut ini adalah penjelasan tentang hadits arbain yang ke 27.

HADITS ARBAIN KE 28
ARTINYA:
Dari abu najih al iryadi bin syariah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shalalahu alaihi wasalam memberi kami nasihat yang membuat hatikami bergetar, dan membuat air mata kami berlinang, maka kami berkata wahai rasulullah seakan-akan ini nasihat perpisahan maka wasiatilah kami. Beliau (Rasulullah) berkata: Aku wasiatkan kalian untuk bertaqwa kepada Allah Azzawajalla, tunduk dan patuh kepada pemimpin kalian meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak maka sesungguhnya di antara kalian yang hidup (setelah ini) akan menyaksikan banyaknya perbedaan pendapat, maka hendaklah kalian berpegang teguh terhadap ajaranku dan ajaran para khalifah-khalifah yang empat yang pada pintar, yang mendapatkan petunjuk, gigitlah (Genggamlah dengan kuat) dengan graham dan hendaklah kalian menghindari perkara yang di ada-adakan maka sesungguhnya semua perkara bid’ah itu adalah sesat, yang meriwayatkan hadits di atas yaitu abu daud dan tirmidzi di berkata hadits hasan shahih.

PENJELASAN:
Dlam hadits di atas disebutkan bahwa para sahabat telah mendengan sabda dari rasulullah sampai sampai hati mereka bergetar dan membuat mereka menangis, nasihat yang diberikan rasulullah pada kala itu sangat dalam dan penuh makna, rasulullah bersabda untuk menyuruh mereka bertaqwa kepada Allah Azzawajalla, taqwa sendiri mengandung arti, taqwa adalah amal perbuatan yang melakukan ketaatan kepada Allah subhana huwata’ala atas perintah yang telah ditetapkan sebagai mana yang terkandung dalam Al Quran dan hadits.

Seseorang belum bisa disebut bertaqwa jika dalam hidupnya masih melakukan perbuatan maksiat dan mempunyai sifat syirik, apalagi sampai tidak melaksanakan perintah-perintah yang telah ditetapkan dalam Al Quran dan hadits.

Baca Juga : Doa Setelah Sholat

Patuhlan kepada pemimpin walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak, dalam sabda rasulullah ini menjelaskan bahwa seorang pemimpin yang jujur dan adil tidaklah mesti dari golongan orang kaya atau keturunan dari seorang bangsawan, karena pada dasarnya semua manusia dilahirkan dalam keadaan yang sama.

Banyaknya perbedaan pendapat dimasa sekarang ini sudah Rasulullah terangkan dalam sabdanya dulu, jika dipirkan berapa tahun dari jaman nya rasulullah ke jaman kita sekarang, tapi rasulullah sudah mengetahui apa yang akan terjadi, perbedaan pendapat sudah menjadi hal yang umum dijaman sekarang ini, perbedaan pendapat dalam hal agama bukan berarti tidak menghargai pendapat orang lain, rasulullah sudah menerangkan jika kita berada pada kehidupan yang begitu banyak sekali perbedaan pendapat maka kita harus berpegang teguh kepada ajaran rasulullah shalalahu alaihi wasalam dan ajaran para khalifah yang empat.

Nah teman teman mungki dalam hadits arbain ke 28 ini hanya inisaja yang dapat saya jelaskan, silahkan share kepada teman-teman dan keluarga jika menurut kalian artikel tentang hadits arbain ini bermanfaat, jangan lupa subscribe juga blog ini ya untuk mendapatkan notifikasi tentang update terbaru dari kami.

Hadits Arbain Ke 27 Perbedaan Kebaikan Dan Dosa

Hadits arbain ke 27 menjelaskan perbedaan antara kebaikan dan dosa, dalam hadits ini terdapat dua riwayat, yang pertama riwayat dari nawwas bin sam’an radhiallahu anhu dan riwayat yang kedua dari wabisoh bin ma’bad radhiallaahu anhu, kedua riwayat ini menjelaskan tentang perbedaan kebaikan dan dosa, namun walaupun dalam dua riwayat yang berbeda tetap memiliki arti yang sama, riwayat yang pertama rasulullah menafsirkan dengan sabdanya sendiri, namun pada riwayat yang kedua rasulullah meminta kepada orang yang bertanya untuk meminta pendapat kepada diri sendiri dengan memberikan penjelasan bahwa kebaikan itu adalah apa yang menbuat jiwa dan hati merasa tenang.

Nah kepada teman-teman silahkan baca juga hadits arbain sebelumnya yaitu hadits arbain ke 26 yang menjelaskan tentang segala perbuatan baik itu adalah shodakoh, nah untuk hadits arbain ke 27 berikut haditsnya dibawah ini.

HADITS ARBAIN KE 27
ARTINYA:
Diriwayatkan dari nawas bin sam’an radhiallahu anhu dari nabi shalalahualaihi wasalam beliau bersabda: kebaikan itu adalah budi pekerti yang baik, dan dosa itu adalah apa yang terasa menggangu jiwamu, dan engkau tidak suka jika dilihat oleh manusia, yang meriwayatkan hadits diatas adalah imam muslim. Dan diriwayatkan dari wabisoh bin ma’bad radhiallahu anhu, dia berkata saya mendatangi rasulullah saw maka beliau bersabda: apakah kamu datang untuk menanyakan kebaikan? Saya menjawab: ia. Beliau bersabda: mintalah pendapat pada hatimu, kebaikan itu adalah apa yang membuat jiwa dan hati menjadi tenang karenanya, dan dosa itu adalah apa yang terasa menggangu jiwamu dan yang membuat kamu ragu-ragu didalam dada, dan mereka membenarkannya, hadits nya hadits hasan. Yang meriwayatkan hadits di atas dalam dua sanad dua imam yaitu imam ahmad bin hambal dan imam dalimi dengan isnad hasan.

PENJELASAN:
Kebaikan itu adalah budi pekerti yang baik, kebaikan itu tentu terkait dengan prilaku seseorang yang ber akhlak baik, menolong sesama dengan penuh kesadaran, siapapun orang yang melakukan kebaikan tentu dalam hati dan jiwanya akan dipenuhi dengan rasa ketenangan.

Berbeda dengan dsoa, jika seseorang melakukan kesalahan tentu itu adalah sebuah permasalahan yang akan menggangu jiwa, tidak tenangnya hati dan perasaan karena merasa bersalah atas apa yang telah dia lakukan, rasa bersalah yang amat dalam akan menimbulkan rasa keraguan yang amat tinggi, dan juga akan menimbulkan ketidak fokusan kedalam hal lain, hidupnya akan dipenuhi dengan rasa bersalah dan akan mendapatkan tekanan cukup besar dari permasalahan yang ia lakukan, ini adalah sesuatu hal yang normal yang di alami oleh seseorang yang sadar (Tidak Gila), namun karena dirinya mengetahui mana hal yang benar dan mana hal yang salah, sebagai orang yang normal jika dia melakukan dosa tentu dia akan mengalami hal-hal yang sudah disebutkan di atas.

Nah teman-teman, dalam hadits ini mungkin hanya itu yang dapat saya jelaskan, semoga penjelasannya dapat mudah dimengerti, jika teman-teman merasa artikel ini bermanfaat silahkan bagikan artikel ini kepada teman-teman, keluarga, saudara dan yang lainnya, jangan lupa subscribe juga blog ini untuk mendapatkan info terbaru dari kami.

Hadits Arbain Ke 26 Segala Perbuatan Baik Itu Adalah Shedekah

Hadits arbain ke 26 membahas tentang perbuatan baik yang dilakukan oleh anggota tubuh yang dicatat sebagai shodakoh, pembahasan hadits arbain ke 26 ini masih terkait dengan hadits arbain sebelumnya, yaitu hadits arbain ke 25 yang membahas tentang shodakoh tidak mesti dengan harta, dalam penjelasan hadits kali ini akan dijelaskan perinciannya tentang perbuatan shodakoh dengan cara membatu orang, melerai pertikaian dan yang lainnya.

Jika teman-teman berkenan silahkan baca juga hadits arbain ke 25 sebelumnya untuk memperjelas dalam pembahasan hadits ke 26 ini, karena ini pembahasannya masih tersambung jadi tidak bisa hanya dengan memahami satu hadits saja.

HADITS ARBAIN KE 26

LATINNYA:
AN ABII HURAIRATA RODHIALLAAHU ANHU QOOLA QOOLA ROSUULULLAAHI SHALALAHU ALAIHI WASALLAM KULLU SULAAMAA MINNAA SI ‘ALAIHI SHODAQOTUNG KULLA YAUMING TATHILU’U FIIHISY SYAMSU TA’DILU BAINA ATSNAINI SHODAQOTUW WATU ‘IINUR ROJULAFII DABBATIHII FATAHMILUHU ‘ALAIHAA AWTARFA’U LAHU ALAIHAA MATA ‘AHU SHODAQOTUN WALKALIMATUTH THOYYIBATU SHODAQOTUW WABIKULLI KHOTHWATIT TAMSYIIHAA ILASH SHOLAATI SHODAQOTUW WATUMIITHUL ADZAA ‘ANITHRIIQI SHODAQOTUN, ROWAAHULBUKHARARIYYU WAMUSLIM.

ARTINYA:
Diriwayatkan dari abu huraiah radhialahu anhu dia berkata setiap anggota tubuh manusia akan melakukan sedekah, setiap hari dimana matahari terbit lalu engkau berlaku adil terhadap 2 orang (Orang yang bertikai) adalah shodakoh, dan engkau menolong seseorang yang berkendaraan Lalu engkau bantu dia untuk naik kendaraannya atau mengangkat barangnya adalah shodakoh, dan setiap ucapan yang baik adalah shodakoh dan setiap langkah menuju sholat adalah shodakoh, dan membuang gangguan dari jalan adalah shodakoh. Yang meriwayatkan hadits di atas yaitu imam bukhari dan imam muslim.

PENJELASAN:
Setiap anggota tubuh manusia akan melakukan sedekah, sebagai mana yang telah abu hurairah ra sebutkan dalam hadits di atas, anggota tubuh akan melakukan sedekah baik itu disengaja maupun tidak disengaja karena ketidak tahuan, sedekah dengan disengaja yaitu iklas membantu orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan dan kita tahu bahwa membantu orang lain itu adalah sedekah, sebaliknya sedekah karena ketidak tahuan kita tentang perbuatan yang ternyata itu termasuk kedalam perbuatan sedekah, contohnya berdzikir, membaca tahmid, berjalan ke masjid untuk melakukan ibadah shalat, ternyata selain mendapatkan fahala dengan membacanya bacaan itu ternyata itu juga termasuk kepada perbuatan sedekah.

Baca Juga : Doa Qunut

Melerai 2 orang yang sedang bertengkar dengan berlaku adil ini juga termasuk kepada perbuatan sedekah, menyelesaikan pertikaian mereka dengan memandang permasalahan dari keduabelah pihak, lalu memutuskan siapa yang salah dan siapa yang benar kemudian memutuskan untuk menemukan jalan keluar terbaik agar dari kedua belah pihak tidaka ada yang merasa dirugikan.

Setiap ucapan yang baik adalah shodakoh, bertuturkata dalam sebuah percakapan baik itu dalam pembicaraan perseorangan ataupun dalam pembicaraan khalayak orang ramai, berkata sopan kepada mereka dan bercakap yang baik-baik itu juga merupakan perbuatan shodakoh.

Nah mungkin dalam penjelasan hadits kali ini saya cukupkan sampai disini, mudah-mudahan penjelasan tentang hadits arbain ke 26 ini dapat mudah dimengerti oleh teman-teman, janganlupa untuk membagikan artikel ini kepada teman, sahabat, keluarga dan yang lainnya agar mereka juga tahu tentang perbuatan-perbuatan apa saja yang dicatat sebagai perbuatan shodakoh, jangan lupa subscribe juga blog ini ya untuk mendapatkan info terbaru dari kami.

Hadits Arbain Ke 25 Sedekah Tidaklah Harus Dengan Harta Kitab Arbain

Hadits arbain ke 25 Menjelaskan tentang sabda rasulullah bahwa sedekah tidak harus dengan harta, ada banyak sekali cara bersedekah, rasulullah shalalahu alaihi wasalam telah memberitahukan kepada para sahabat bahwa disetiap takbir itu merupakan sedekah, disetiap tahmid merupakan sedekah, disetiap tahlil, disetiap amal maruf nahi anil mungkar, disetiap kemaluan itu merupakan sedekah, itulah hal yang telah rasulullah sampaikan kepada para sahabat, dan alhamdulillah bisa sampai kepada kita lewat hadits ini.

Sesungguhnya tanpa sadar dan tidak terasa kita selalu melakukan sedekah ketika membaca tahmid, takbir, tahlil, amal maruf nahi anil mungkar, disetiap kita merasakan malu ternyata itu sudah merupakan sedekah, hanya saja tidak terasa dan karena tidak tahunya akan pengetahuan ini, dengan membaca hadits ini tentunya kita sekarang dapat mengetahui bahwa hampir disetiap perbuatan baik yang kita lakukan merupakan sedekah.

Namun untuk lebih jelasnya tentang pembahasan hadits arbain ke 25 ini mari kita baca bersama-sama haditnya dibawah ini, akan tetapi alangkah baiknya jika teman-teman berkenan silahkan baca terlebih dahulu hadits arbain ke 24 sebelunya yang menjelaskan larangan berbuat dzalim, untuk hadits arbain ke 25 berikut di bawah ini.

HADITS ARBAIN KE 25

LATINNYA:
AN ABII DZARRIR RODHIALLAAHU ANHU AYDHON ANNA UNAA SAM MIN ASH HABI ROSUULILLAAHI SHALALAHU ALAIHI WASALAM QOOLUU LINNABIYYI SHALALAHU ALAIHI WASALAM YAAROSUULALLAAHI DZAHABA AHLUDDUTSUU RIBIL UJUURIYUSHOLLUUNA KAMAA NUSHOLLII WAYASHUUMUUNA KAMAA NASHUUMU WAYATASHODDA QUU NABIFUDHUULI AMWAALIHIM QOOLA AWALAISA QOD JA’ALALLAAHU LAKUM MAATASHODDAQUU NA INNABIKULLI TASBIIHATING SHODAQOTAW WAKULLI TAKBIIROTING SHODAQOTAW WAKULLI TAHMIIDATING SHODAQOTAW WAKULITAHLIILATING SHODAQOTAW WA A’RIB BILMA’RUUFI SHODAQOTANW WANAHYIN ‘AM MUNGKARISH SHODAQOTAW WAFII BUDH’I AHADIKUM SHODAQOTANG QOOLUU YAAROSUULALLAAHI AYA TII AHADUNAA SYAH WATAHU WAYAKUUNULAHU FIIHAA AJRUNG QOOLA ARO AITUM LAU WADHO’AHAAFIIHAROOMING KAANA ‘ALAIHI WIZRUNG FAKADZAALIKA IDZAA WADHO’AHAA FIILHALALI KAANALAHU AJRUN ROWAAHU MUSLIM.

ARTINYA:
Dari abu dzar Radhialahu Anhu sesungguhnya orng-orang dari sahabat rasuullah shalalahu alaihi wasalam berkata kepada nabi shalalahu alaihi wasalam : Wahai rasulullah orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak mereka shalat sebagai mana kami shalat, dan mereka berpuasa sebagai mana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka, nabi besabda: bukankah Allah telah menjadikan jalan bagi kalian untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih merupakan sedekah dan setiap takbir merupakan sedekah, dan setiap tahmid merupakan sedekah, dan setiap tahlil merupakan sedekah, dan setiap amal maruf dan nahi anil mungkar merupakan sedekah, dan setiap kemaluan kalian merupaka sedekah, mereka bertanya wahai rasulullah apakah dikatakan berpahala seandainya seseorang dari kami menyalurkan shahwatnya? Nabi bersabda: bagai mana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan yang haram, apakah baginya dosa? Maka demikianlah halnya jika hal tersebut disalurkan di jalan yang halal maka baginya mendapatkan pahala. Yang meriwayatkan hadits di atas yaitu imam muslim.

PENJELASAN:
Ada seseorang sahabat yang faqir bertanya kepada rasulullah tentang keadaanya yang tidak seperti orang kaya yang selalu dapat mengeluarkan sedekah dengan sebagian hartanya, namun rasulullah berkata lain, bahwa orang faqir juga dapat melakukan sedekah, rasulullah shalalahu alaihi wasalam berkata bahwa disetiap kita membaca tasbih itu sudah merupakan sedekah, jika ada di antara kalian yang menucapkan kata subhannallaah itu juga sudah merupakan sedekah, dan jika kita mengucapkan Allaahuakbar itu juga termasuk kepada sedekah, jika kita mengucapkan Alhamdulillah, lailahaillallaah itu juga sudah merupakan sedekah.

Jika kita menyuruh seseorang untuk melakukan amal kebaikan itu juga sudah termasuk kepada sedekah, dan melarang orang-orang yang mau berbuat kemungkaran itu juga sudah termasuk kepada sedekah.

Dan barang siapa yang menyalurkan shahwatnya kepada istrinya itu juga sudah termasuk sedekah, ini adalah sedekah yang dapat dilakukan oleh orang faqir sesuai dengan sabdanya rasulullah, maka jika kita tidak sanggup bersedekah dengan harta lakukanlah sesuai apa yang sudah rasulullah sabdakan lewat hadits ini, yang dapat bersedekah tidaklah selalu orang yang punya harta, yang dapat bersedekah bukan hanya orang kaya saja.

Sesunggunya banyak sekali orang-orang yang tidak tahu akan adanya hadits ini, maka bagi mereka yang tidak tahu dengan hadits ini mereka tanpa sadar sudah melakukan sedekah disetiap kali mereka membaca apa yang sudah dijelaskan di atas, lalu bagai mana dengan kita yang sudah membaca hadits ini? untuk kita yang sudah tahu maka perbanyaklah membaca apa-apa saja yang sudah dijelaskan di atas dan melakukan perbuatan yang dapat dinilai sebagai sedekah.

Silahkan bagikan artikel ini kepada teman, kerabat, keluarga agar mereka juga tahu tentang adanya hadits ini, mugnkin dalam menerangkan hadits arbain ke 25 ini hanya sampai disini, akhir kata saya ucapkan wasalam.

Hadits Arbain Ke 24 Larangan Berbuat Dzalim Kitab Arbain An Nawawiyah

Hadits arbain ke 24 menjelaskan tentang larangan berbuat dzalim, Allah ta’ala melarang keras tentang perbuatan dzalim ini, Allah ta’ala telah memberikan petunjuk kepada umat manusia yang dalam kesesatan dengan memberikannya hidayah, maka bagi orang-orang yang merasa dirinya tidak berada pada jalan yang benar, jalannya Allah, mintalah hidayah kepadanya dan niscahya allah akan memberikan hidayahnya kepadamu, karena sudah menjadi janji Allah bahwa akan memberikan hidayah kepada orang-orang yang tersesat dan kepada orang-orang yang meminta hidayah kepadanya.

Kepada teman-teman sebelum masuk ke pembahasan hadits alangkah baik nya jika teman-teman membaca dulu artikel Hadits arbain ke 23 sebelumnya yang membahas tentang bersuci, shalat, sedekah, dan sabar.

Nah untuk hadits arbain ke 24 sangat panjang jika teman-teman mau menghafal hadits ini sepertinya akan memakan banyak waktu, tapi jika tekad sudah bulat walaupun haditsnya cukup panjang bukanlah halangan untuk tidak menghafalnya, berikut ini mari kita fahami dan ketahui dulu tentang hadits arbain ke 24 di bawah ini.

HADITS ARBAIN KE 24

LATINNYA:
AN ABII DZARRIL GHIFAARIYYI RODHIALLAAHU ANHU ‘ANINNABIYYI SHALALAHU ALAIHI WASALAM FIIMAA YAR WIIHI ‘ADZ DZAWAJALLA ANNAHU QOOLA YAA ‘IBAADII INNI HARROMTUDZ DZULMA ‘ALAANAFSII WAJA ‘ALTUHU BAUNAKUN UHARROMAN FALAA TADZ DZOLAMUU YAA ‘IBADII KULLUKUM DHOOLLUN ILLAMAN HADAITUHU FAASTAHIDUU NII AHDIKUM YAA ‘IBAADIIKULLUKUM JA I ‘UN ILLAAMAN ATH ‘AMTUHU FASTATH ‘IMUU NII UTH ‘IMKUM YAA ‘IBAADIIKULLUKUM ‘AARIN ILAMAN KASAUTUSAWTUHU FASTAKSUU NII AKSUKUM YAA IBAADII INNAKUM TUKH THI UUNABIILLAILI WANNAHAARI WA ANAA AGHFIRUDZ DZUNUUBA JAMII’AN FASTAGHFIRU NII AGHFIRLAKUM YAA ‘IBAADII INNAKUM LANTABLUGHUU DHURRII FATADHURRUU NII WALAN TABLAGHUU NAF’II FATANGFA’UUNIIYAA ‘IBAADIILAU ANNA AWWALAKUM WA AAKHIROKUM WAINNASAKUM WAJINNAKUM KAANUU ALAA ATQOO QOLBIROJULIW WAAHIDIM MINGKUM MAA DZAA DADZAALIKA FII MULKII SYAIAN YAA ‘IBAADII LAU ANNA AWWALAKUM WA AAKHIIROKUM WA INGSAKUM WAJINNAKUM KAANUU ‘ALAA AFJARI QOLBI ROJULIWW WAHIDIM MINGKUM MAA NAQOSHO DZAALIKA MIM ULKII SYAI AY YAA’IBADII LAU ANNA AWWALAKUM WA AAKHIROKUM WA INGSAKUM WAJINNAKUM QOOMUU FII SHO’IIDIN WA HIDING FASA ALUUNII FA A’THOITUKULLA WAAHIDIM MAS ALATAHU MAA NAQOSHO DZAALIKA MIMMAA ‘INGDII ILLAKAMAA YANGQUSHULMIKHTATHU ADZA UD KHILALBAHROYAA ‘IBADII INNAMAA HIYA A’MALUKUM UHSHIIHAA LAKUM TSUMMA UUFIIKUM IYYAAHAA FAMAW WAJADAKHOIRON FALYAHMADILLAAHA WAMAW WAJADA GHOIRO DZAALIKA FALA YALUU MANNA ILLA NAFSAHU ROWAAHU MUSLIM.
ARTINYA:
Diriwayatkan dari abu dzarr al-ghifari radiallahu anhu dari Nabi Shalalahu Alaihi Wasalam meriwayatkan dari Rab nya Azza wajalla: Allah berfirman wahai hambaku sesungguhnya aku mengharamkan kedzoliman atas diriku (Dzatku), dan aku telah menetapkan haramnya kedzoliman diantara kalian, maka jangan saling mendzolimi kalian.

Wahai hambaku semua kalian dalam kesesatan kecuali siapa yang aku berikan kepadanya hidayah, maka minta hidayahah kalian kepadaku, niscahya aku akan memberikan kalian hidayah.

Wahai hambaku semua kalian kelaparan kecuali siapa yang aku berikan kepadanya makanan, maka minta makanan kalian kepadaku, niscahya aku akan memberikan kalian makanan.

Wahai hambaku semua kalian telanjang kecuali siapa yang aku berikan kepdanya pakaian, maka mintalah pakaian kalian kepadaku, niscahya aku akan memberikan pakaian.

Wahai hambaku sesungguhnya kalian telah melakukan kesalahan pada malam dan siang hari dan aku mengampuni semua dosa, maka minta ampun kalian kepadaku, niscahya aku akan memberikan kalian ampunan.

Wahai hambaku sesungguhnya tidak ada ke mudharatan yang akan dapat kalian lakukan kepadaku sebagai mana kalian tidak akan dapat memberikan manfaat kepadaku.

Wahai hambaku sesungguhnya jika orang pertama dari kalian sampai orang terakhir dari golongan manusia dan jin semuanya berada dalam keadaan paling bertaqwa diantara kalian, niscahya hal tersebut tidak akan menambah kerajaanku (kekuasaanku) sedikitpun.

Wahai hambaku sesungguhnya jika orang pertama dari kalian sampai orang terakhir dari golongan manusia dan jin semuanya berada dalam keadaan durhaka diantara kalian niscahya hal tersebut tidak akan mengurangi kerajaanku sedikitpun juga.

Wahai hambaku sesungguhnya jika orang pertama dari kalian dan orang terakhir dari golongan manusia dan jin semuanya berdiri disebuah bukit mereka minta kepadaku setiap orang yang minta aku penuhi, niscahya hal tersebut tidak akan mengurangi apa yang ada padaku kecuali bagaikan mencelupkan jarum ditengah lautan.

Wahai hambaku sesungguhnya semua perbuatan kalian akan diperhitungkan lalu aku membalasnya, maka siapa yang menemukan kebaikan niscahya bersyukur kepada Allah dan siapa yang menemukan selain kebaikan maka jangan dicela kecuali mencela dirinya.
Yang meriwayatkan hadits diatas adalam Imam Muslim.
PENJELASAN:
1. Tidak ada tuhan yang wajib disembah kecuali Allah, hanya Allah yang mampu memberikan pertolongan tanpa meminta imbalan sedikitpun dari umat manusia, dan hanya Allah tuhan dari semesta alam yang bisa menyadarkan manusia yang berada pada jalan kesesatan untuk dapat kembali kejalan yang benar.

2. Tidak ada tuhan selain Allah, Allah dapat memberikan ampunan kepada umat manusia yang berbuat kesalahan, maka tidak kah kalian malu dengan kasih sayang yang allah berikan kepada kalian.

3. Allah telah memerintahkan kepada umat manusia untuk meminta petunjuk kepadanya, tak ada petunjuk yang lebih benar kecuali meminta petunjuk kepada Allah Swt.

4. Semua makhluk termasuk manusia sangat bergantung kepada Allah dalam mendapatkan kebaikan dan agar terhindar dari keburukan, baik itu perkara di dunia maupun perkara di akhirat nanti dan ketahuilah sesungguhnya amal perbuatan umat manusia semuanya diperhitungkan dan Allah membalasnya sebagai mana yang telah disebutkan dalam hadits arbain ke 24 di atas.

Nah teman-teman mungkin hanya itu yang dapat saya bagikan dalam hadits arbain ke 24 ini, silahkan bagikan hadits arbain ini kepada teman kerabat dan keluarga jika menurut teman-teman hadits ini bermanfaat, janganlupa subscribe juga blog ini agar mendapatkan info terbaru dari kami.

Hadits Arbain Ke 23 Bersuci, Shalat, Sedekah, Sabar Dan Al-Quran

Hadits arbain ke 23 memberitahukan sabda rasulullah tentang bersuci, shalat , sedekah, sabar, mengkaji, memahami dan menghafal Al-Quran, periwayat hadits ini tak lain adalah imam muslim dan kemudian hadits ini dirangkum oleh imam nawawi sebagai salah satu hadits shahih dalam kitab nya yang berjudul kitab arbain an nawawi, maka dari itu patutlah kita bersyukur dengan adanya mereka sehingga kita saat ini bisa mempelajari sabda-sabda rasulullah shalalahu alaihi wasalam.

Kalo dipikir lagi berapa lama jarak dari jamannya rasulullah ke jaman kita sekarang ini, sangat jauh sekali, mengingat bagai mana para imam ini membukukan hadits-hadits di saat tidak adanya teknologi canggih seperti sekarang ini, tapi mereka tetap melakukannya agar hadits-hadits ini bisa tersampaikan kepada kita melalui tulisan.

Kepada teman-teman jangan lupa baca juga artikel sebelumnya ya yang membahas tentang bagaimana jalan untuk masuk surganya allah di hadits arbain yang ke 22, nah berikut ini adalah hadits arbain ke 23, mari kita simak haditsnya bersama-sama dibawah ini.

HADITS ARBAIN KE 23

LATINNYA:
AN ABII MAALIKIL HAARITSIBNI ‘AASHIMIL ASY ‘ARIYYI RODHIALLAAHU ANHU QOOLA QOOLA ROSUULILLAAHI SHALALAHUALAIHI WASALAM: THOHUURU SYUTHRUL IIMAANI WALHAMDULILLAAHI TAMLA ULMIIZAANA WASUBHAANALLAAHU WAL HAMDULILLAAHI TAMLA NI AAUTAM LAUMAA BAINAS SAMAA I WAL ARDHI WASH SHOLATUNUURUN WASH SHODAQOTUBURHAANUW WASH SHOBRU DHIYAA UW WALQUR ANU HUJJAITUL LAKA AW ‘ALAIKA KULLUNNAASI YAGHDUW FABAA I ‘UN NAFSAHU FAMU’TIQUHAA AW MUUBIQUHAA ROWAAHU MUSLIM.

ARTINYA:
Diriwayatkan dari abu malik haris bin asim al as’ari Radhialaahu anhu dia berkata rasulullah Shalalahu Alaihi Wasalam dia bersabda: bersuci itu sebagian dari iman dan lafadz Alhamdulillah itu akan memenuhi timbangan, dan lafadz subhananllaah beserta Alhamdulillah itu akan memenuhi antar langit dan bumi, shalat itu adalah cahaya, dan shodakoh itu adalah bukti, dan sabar itu adalah terang, dan Quran dapat menjadi saksi yang akan meringankanmu atau yang akan memberatkanmu semua manusia berangkat menjual dirinya maka ada yang membebaskan dirinya (dari kehinaan dan siksaan), atau ada juga yang menghancurkan dirinya. Yang meriwayatkan hadits di atas adalah imam muslim.

PENJELASAN:
Bersuci itu sebagian dari iman, ada banyak sekali tentang definisi bersuci ini, bisa bersuci dengan cara berwudhu atau menyucikan diri dengan cara menjauhi seluruh larangan Allah, menjauhi hal-hal perbuatan dosa, maksiat dan yang lainnya yang menyebabkan kotornya diri karena melakukan hal-hal tersebut.

Lafadz alhamdulillah itu akan memenuhi timbangan, disaat kita dihisab dari amal perbuatan kita di yaumil akhir nanti, insya allah jika orang yang suka membaca bacaan Alhamdulilah timbangan amalnya akan diberatkan oleh lafadz alhamdulillah ini, maka sering-seringlah membacanya, disaat kita selesai melakukan sesuatu, baca Allahmdulillah, selesai makan, baca Alhamdulillah, selesai minum baca Alhamdulillah, bersyukur karena telah mencapai pencapaian yang di inginkan baca ALhamdulillah.

Lafadz subhanallah beserta Alhamdulillah akan memenuhi langit dan bumi, sering-seringlah membaca kedua kalimat tersebut, bertasbih dan bertahmid memang sudah seharusnya kita lakukan sebagai makhluk ciptaan Allah Swt.

Shalat itu adalah cahaya, melaksanakan shalat sebagai mana mestinya, jangan biarkan hati dan fikiran dipenuhi dengan kegelapan, terangilah hati dan fikiran kalian oleh cahaya, dengan melakukan shalat maka fikiran dan hati kalian akan diterangi oleh cahaya, begitupula dengan fisik tubuh kita terutama wajah akan penuh dengan cahaya, dan cahaya inipula yang akan menyinari kita di akhirat nanti.

Sedekah itu adalah bukti dari keimanannya seseorang, tidak peduli dia orang kaya atau orang miskin, menyedekahkan sebagaian harta kita untuk membantu orang yang lebih membutuhkan sudah semestinya kita lakukan..

Sabar itu adalah terang, Allah bersama dengan orang yang sabar, maka sejatinya kita harus menerapkan sifat sabar dalam diri kita, dalam hal apapun itu, selalu sabarlah dalam menghadapinya, maka disaat kita selalu bersabar, jalan terang akan menerangi kita disaat kita sedang kesulitan.

Al-Quran bisa menjadi saksi yang akan meringankan kita di akhirat nanti, namun bsa juga al-quran ini akan memberatkanmu di akhirat nanti, Al-Quran akan meringankan kita jika kita mengkaji, memahami dan merenungkan Al-Quran, membenarkan Al-Quran, Menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya, namun apabila kita bertolak belakang dengan perkara di atas maka Al-Quran akan menuntut kita di hari kiamah nanti, Naudzubillahimindzalik

Kepada teman-teman mungkin hanya itu saja yang dapat saya sampaikan dalam penjelasan hadits arbain ke 23 ini, silahkan bagikan artikel ini jika bermanfaat, janganlupa subscribe juga blog ini, kolom subcribe ada di bawah artikel ini, sampai jumpa di artikel selanjutya.

Hadits Arbain Ke 22 Jalan Untuk Dapat Masuk Surga Kitab Arbain

Hadits arbain ke 22 menjelaskan jalan untuk dapat memasuki surganya Allah, pada suatu waktu ada seorang laki-laki yang bertanya kepada rasulullah shalalahu alaihi wasalam tentang apa yang dia lakukan, apakah dirinya dapat memasuk surga, dalam hadits rasulullah menjawab “Ya” nah apa saja sih hal perbuatan yang dapat membawa kita masuk surga tersebut, perbuatan tersebut ada di penjelasan hadits dibawah ini.

Sebelum itu silahkan bacajuga artike sebelumnya yang membahas tentang hadits arbain ke 21, isi dari pembahasan hadits arbain ke 21 adalah tentang beriman kepada Allah dan ber istiqomahlah, nah kembali lagi ke pembahasan utama hadits arbain ke 22, untuk lebih jelasnya berikut haditsnya.

HADITS ARBAIN KE 22
LATINNYA:
AN ABII ABDILLAHI JAABIRIBNI ABDILLAHIL ANGSOORIY YI RODHIALLAHU ANHU ANHUMAA ANNA ROJULANGSA ALALLAAHU SHALALAHU ALAIHI WASALAM FAQOOLA ARO AITA IDZAA SHOLAITUL MAKTUUBAA TI WASHUMTU ROMADHOO NA WA AHLALTUL HALA LAWAHAROMTUL HAROOMA WALAM AZID ‘ALAA DZAALIKA SYAIAN AD KHULUL JANNATA QOOLA NA ‘AM, ROWAAHU MUSLIM WAMA’ NAA HARROMTUL HAROOMAJ TANABTUHU WAMA’NAA AHLALTUL HALALTUL HALALA FA ‘ALTUHU MU’TAQIDAN HILLAH.

ARTINYA:
Diriwayatkan dari abu abdullah jabir bin abdullah al ansori radhiallahu anhuma sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shalalahu Aaihi Wasalam dia berkata: Bagaimana pendapatmu jika saya melaksanakan shalat fardhu dan puasa dibulan ramadhan dan menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, dan aku tidak menambah sedikitpun, apakah saya akan masuk surga? Beliau bersabda: Ya. Yang meriwayatkan hadits diatas adalah Imam Muslim. Yang dimaksud mengharamkan yang haram yaitu menjauhinya, dan yang dimaksud menghaalkan yang halal yaitu melaksanakannya dengan meyakini halalnya.

PENJELASAN:
Melasksanakan shalat fardhu dan berpuasa di bulan ramadhan, ini adalah perbuatan yang memang sudah diwajibkan, perbuatan ini juga termasuk kepada rukun islam yang lima, jadi ketika kita melaksanakan ibada shalat dan ibadah berpuasa tentu kita sudah melakukan kedua dari rukun islam itu sendiri, maka dari itu perbuatan ini adalah perbuatan yang dapat membawa kita memasuki syurga.

Mengharamkan yang haram, sebagai seorang muslim kita tidak diperbolehkan mengubah-ngubah hukum yang sudah ditetapkan, jika sesutu itu sudah dicap haram maka tidak ada toleransi dalam islam, sesuatu yang sudah diharamkan akan tetap haram, dan tidak ada satupun yang dapat mengubahnya, kita sebagai orang islam diperintahkan untuk menjauhi hal-hal yang haram trersebut.

Begitupula sebaliknya, menghalalkan yang halal, tidak ada penambahan sedikitpun dalam masalah halal haram ini, sebagai seorang muslim kita hanya tinggal mematuhi perkara-perkara yang telah ditetapkan, tidak menambah-nambah dan juga tidak menguranginya.

PELAJARAN:
Dalam hadits ini kita dapat belajar bagai mana seorang sahabat bersungguh-sungguh untuk mengetahui dan mendapatkan ilmu dari rasulullah shalalahu alaihi wasalam agar mereka tidak berbelok ke arah jalan yang salah, begitu banyak hal yang ditanyakan kepada rasulullah ketika beliau belum wafat, dan Alhamdulillah hal tersebut tersampaikan kepada kita saat ini, sudah berapa ratus abad perbedaan dijaman sekarang dengan jaman rasulullah, namun Alhamdulillah kita masih dapat mempelajarinya.

Rahmat yang paling besar yang diturunkan Allah adalah diturunkannya Nabi Muhammad Shalalahu Alaihi Wasalam, dengan diturunkannya Rasulullah ke bumi tak lain adalah untuk menyelamatkan mereka yang berada pada jalan kesesatan untuk kembali kejalan yang benar.

Nah teman-teman mungkin hanya itu yang bisa saya bagikan dalam kesempatan kali ini, jika masih ada yang kurang jelas silahkan untuk ditanyakan dengan cara mengirimkan email, email sudah disediakan di menu contact.